YOGYAKARTA, Riauin.com
- Pemerintah Kabupaten Kampar menerima hibah Naskah Barang Milik
Negara (BMN) Energi Baru, Terbarukan (EBT) dan sumur bor dari
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Penyerahan
bantuan dilakukan setelah penandatanganan berita acara serahterima
(BAST) dan naskah hibah sumur bor dalam dari pemerintah pusat
(Kementerian ESDM) kepada pemerintah daerah oleh Wakil Bupati Kampar
Catur Sugeng Susanto dan pihak Kementerian ESDM.
Kegiatan
penyerahan ini ditaja oleh Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan
dan Direktorat Jendral EBTKE, Badan Geologi Kementerian ESDM di salah
satu hotel di Yogyakarta, Rabu (25/7/2018).
Penyerahan bantuan
dilakukan oleh Irjen Kementerian ESDM Prof. DR Akhmad Syakhroza SE,
MAFIS kepada Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.
Acara
dihadiri Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, Direktur Jendral EBTKE,
Inspektur Jendral, Sesbadan Geologi, Sesditjen EBTKE, bupati, wakil
bupati, sekertaris daerah, staf ahli bupati, kepala OPD dan kepala
bidang yang mewakili daerah masing-masing.
Bupati Kampar yang
diwakili oleh Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto didampingi Kepala
Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal usai kegiatan berharap agar
masyarakat Kabupaten Kampar dapat memanfaatkan sumur bor yang telah
dibangun oleh Kementerian ESDM serta menjaga dan merawatnya sebab sumur
bor ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan air
bersih.
Ia menambahkan, saat ini Kabupaten Kampar sudah menjadi
perhatian pemerintah pusat sehingga ada berbagai bantuan yang telah
diterima dari pemerintah sehingga ini diharapkan bisa meningkatkan
kesejahteraan masyarakat sesuai dengan program pembangunan Pemkab Kampar
yakni 3i, infrakstrutur, industri dan invenstasi.
“Hal ini tidak
terlepas kinerja dari PUPR yang selalu menjemput bola ke pusat agar
Kabupaten Kampar mendapatkan porsi pembangunan melalui anggaran pusat
(APBN) sehingga daerah dapat terbantu pembangunannya. Ke depan saya
berharap agar lebih ditingkatkan lagi dalam meraih pundi-pundi dana dari
APBN untuk pembangunan di Kabupaten Kampar khususnya yang bersentuhan
dengan masyarakat," ucap Catur.
Berkaitan dengan itu, Kadis PUPR
Kampar Afdal menjelaskan, Kabupaten Kampar telah mendapatkan APBN
melalui Kementerian ESDM tahun anggaran 2017 untuk membangun sumur bor.
Kampar mendapatkan satu set sumur bor yang terdiri dari mesin bor,
listrik, tangki air dan lainya.
“Jadi pembangunannya sudah
selesai dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Pusat Air Tanah dan
Geologi Tata Lingkungan dan Direktorat Jendral EBTKE, Badan Geologi di
Desa Bancah Kelubi Kecamatan Tapung dan sudah dimanfaatkan oleh
masyarakat. Kita berharap bisa dijaga dan dipelihara dengan baik
sehingga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," terang Afdal.
Sebelumnya
Sekretaris Badan Giologi Kementerian ESDM DR. Antonius Ratfomopurbo
dalam laporannya mengatakan, sumur bor yang dihibahkan pada acara tahun
ini berjumlah 274 unit dari tahun anggaran perolehan 2005 - 2017
meliputi 142 kabupaten dan kota. Tujuan diadakannya acara penandatangan
secara bersama menurut Ketua Pelaksana Wagijanto, selain untuk
mempercepat proses penyerahan aset persedian juga akan lebih efesien,
efektif dan akuntabel.
Menurut beliau, keuntungan lainnya selain
dari hal tersebut adalah para perwakilan daerah juga dapat berkonsultasi
langsung dengan para pejabat di lingkungan KESDM.
Dalam kurun waktu 2005-2017 sumur bor yang telah disebar di 312 kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebanyak 1.782 unit.
Untuk
tahun anggaran 2019 Kementerian ESDM merencanakan akan ada 750 sumur
bor dalam. Sementara pada tahun 2018, Badan Geologi melalui Pusat Air
Tanah dan Geologi Tata Lingkungan tengah melanjutkan program APBN dengan
menargetkan 550 titik sumur bor dan 500 titik bor sedang proses
pembangunan di 28 provinsi seluruh Indonesia.(Az)