KAMPA, Riauin.com - RSIA Bunda Anisyah, tempat dimana pasien keracunan massal terbanyak dirawat.
Pasien masih dirawat di rumah sakit yang terletak di Kilometer 50 Jalan Raya Pekanbaru-Kampar Bangkinang Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar itu hingga Kamis (5/7/2018) pagi.
Dokter yang juga Direktur RSIA Bunda Anisyah, dr Andri Setiawan mencek kondisi kesehatan korban.
Ia menyebutkan, rumah sakit yang dipimpinnya merawat 27 orang sejak Minggu (1/7) lalu.
"Kemarin (Rabu) sudah pulang setengah. Hari ini mungkin sebagian besar bisa pulang," ungkap Andri. Ia mengatakan, pasien dewasa diizinkan pulang pada Rabu pagi. Sedangkan anak-anak, kondisi kesehatannya masih dipantau.
"Anak-anak masih kita evaluasi sampai sore. Yang lebih parah, sembuhnya lebih belakangan," ujar Andri. Menurut dia, ada pasien yang masih mencret. Ia belum bisa memastikan kapan semua pasien akan benar-benar pulih.
Andri menjelaskan, pasien yang sudah pulang dipersilakan datang lagi jika kemudian ada keluhan.
Pihaknya masih terus mengontrol pasien sampai dinyatakan sehat.
Ditanya soal biaya perobatan, Andri mengatakan, ditanggung Pemerintah. Pihak Dinas Kesehatan telah mengkonfirmasi rumah sakit terkait biaya.
"(Biaya perobatan) akan disupport Dinas Kesehatan," katanya.
Secara prinsip, kata dia, pihaknya tidak bermaksud hitung-hitungan.
Rumah sakit membuka semua kelas kamar untuk pasien tanpa membahas tarif terlebih dahulu dengan pasien.
"Ini kemanusiaan aja. Kita punya kebanggaan sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Dinkes Kampar mencatat total korban keracunan sebanyak 129 orang untuk di Kampar dan 31 orang Pelalawan.
Korban diduga terserang setelah menyantap hidangan pesta seorang warga di Dusun Perambahan Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Sabtu (30/6).
Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diambil dari rumah tuan pesta.(afni)