Kamsol: FLS2N Sarana Melestarikan Budaya Bangsa


Rabu, 13 Juli 2016 - 14:58:59 WIB
Kamsol: FLS2N Sarana Melestarikan Budaya Bangsa Dr H Kamsol
PELAKSANAAN Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan salah satu wujud dari pelestarian seni budaya Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol saat membuka kegiatan FLS2N tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) tingkat Provinsi Riau, Selasa (12/7/2016) malam di Hotel Furaya Pekanbaru.

Seleksi tingkat SMA ini melombakan  Tujuh cabang, yakni Baca Puisi, Tari Berpasangan, Vokal Solo, Cipta Puisi, Film Pendek, Desain Poster dan Kriya.

"Melalui FLS2N ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi dan wadah ekspresi seni bagi para siswa yang memiliki bakat minat seni dan kebudayaan," kata Kamsol.

Kamsol juga menyebut  melalui kegiatan ini diharapkan dapat terwujudnya siswa SMA yang cerdas dan berkarakter melalui penghayatan dan penguasaan seni budaya bangsa. Sehingga memiliki eksisensi di tingkat dunia.

Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 12-16 Juli 2016 ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi siswa SMA untuk meningkatkan pemahaman dan keahlian berkesesnian. Yakni melalui kompetensi seni pertunjukkan dan seni penciptaan yang berakar pada kearifan lokal. Sehingga memiliki eksistensi di tingkat global nantinya.

"Dapat menjadi pengalaman bagi siswa SMA untuk memaknai keberagaman dan perbedaan diantara mereka. Khususnya dalam hal seni budaya sebagai sebuah kekayaan dan kekuatan bangsa Indonesia sejak dulu sampai sekarang," pungkasnya.

Dengan penggalakkan kegiatan seni disekolah, lanjut Kamsol, bisa memberikan pengalaman berkompetensi dan menjunjung tinggi nilai kejujuran untuk mencapai prestasi tertinggi dibidangnya. Kompetisi juga dapat membina dan meningkatkan kreativitas serta apresiasi siswa terhadap bidang seni yang berakar dan pada budaya bangsa.

Bagi peserta, akan lebih mempererat persahabatan, persatuan, dan kesatuan bangsa sesama siswa Indonesia, yang berasal dari berbagai karakter dengan tingka keterampilan dan budaya yang berbeda. "Baik ditingkat kabupaen/kota, provinsi dan nasional bahkan internasional," ungkapnya. (nik)