ROKAN HULU, Riauin.com - Program Nasional Padat Karya Tunai Dana Desa (DD) Tahun 2018, yang dilaksanakan di Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecamatan Rambah,Rohul bangun jalan 300 meter menuju Sentra Produksi.Hal ini terlihat pada acara Launching Pembangunan senin (7/5) di Lokasi tersebut.
Dimana sasaran program yakni, pembangunan jalan menuju sentra produksi masyarakat, yakni semenisai jalan dengan anggaran Rp 84 juta dengan waktu pekerjaan selama 90 hari dengan panjang sekitar 300 Meter.
Kegiatan, selain dihadiri, Kepala Desa RTH, Zainal Abidin, juga hadir l, Babinsa RTH, Serka Yendri, Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Mustopa Daulay, Pendamping DD dari Kabupaten Rohul, Fahrizal.
Kemudian, perwakilan Camat Rambah, Boy Arta, perwakilan Dinas Pemerintah Desa Pemberdayan Masyarakat (DBPMPD), Rohul, Perwakilan Inspektorat Rohul.
Kades RTH, Zainal Abidin menyampaikan adalam membangun desa itu, khususnya padat karya, sesuai intruksi pemerintah pusat, harus mengikut sertakan masyarakat kurang mampu untuk mengerjakan dari DD tersebut.
" Di desa kita, selain melibatkan masyarakat kita sendiri, juga ada TNI-Polri, yakni babinsa, bhabinkamtibmas dengan memfungsikan tiga pilar saling bekerjasama dan bersinergi," katanya.
Lanjutnya, dalam kegiatan ini anggarannya telah disetujui berdasarkan musyawarah, di samping itu, di lapangan nanti, perlu bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Termasuk ibuk-ibuk yang hadir, memang boleh untuk mencari kehidupan, ini kesempatan membangun sambil bekerja mencari nafkah," katanya.
Masih di tempat yang sama, mewakili, Camat Rambah, Boy Arpa, mengatakan kegiatan ini berupa lounching, tujuan selain membangun desa, juga supaya DD itu bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat itu sendiri.
"Hal itu diamanatkan dari Presiden Joko Widodo, anggaran digunakan bidang pembangunan, boleh untuk upah kerja, tapi jangan sampai tak sesuai pembangunan yang ada," sebutnya
kini tiga ratus meter programnya, bekerjalah maksimal, harus tercapai target ukuran maksimalnya, apabila waktunya, bekerja silahkan bekerja, waktunya istihat silahkan istirahat," katanya.
Ketika datang nanti penilaian dari tingkat Kabupaten Rohul, hal ini bisa dinilai tidak efektif, sehingga program padat bisa dilanjutkan, srhingga masyarakat.
"Sebab kalau kerja mengimas atau membersihkan lahan, hanya Rp 70 perhari, di sini dapat Rp 100 ribu perhari . Sebenarnya serimoni ini hanya membangkitkan semangat kerja, masyarakat berpatispasi dengan budaya gotong-gotong," jelasnya.
Sementara itu Camat Tambah yang di mewakili Kasi Pemerintahan Boy Arta menyampaikan beberapa penjelasan terkait program Padat Karya ini masyarakat ekonomi lemah bisa dibantu,terutama sekali bagi orang yang tidak punya pekerjaan di Desa RTH ini.
Pada kesempatan tersebut Boy arta membuka lounching ,seterusnya secara bersama, puluhan masyarakat, TNI-Polri memulai pekerjaan.(yus)