Heboh Hasil Survey, KPID Riau Apresiasi Respon Cepat Kompas TV


Rabu, 28 Maret 2018 - 16:04:04 WIB
Heboh Hasil Survey, KPID Riau Apresiasi Respon Cepat Kompas TV
PEKANBARU, Riauin.com - Koordinator Biro Kompas TV Riau, Del Fadillah, siang Rabu (28/3/2018), mendatangi Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau. Dia merespon beredarnya capture (gambar) tayangan hasil survei Indobarometer yang kemudian dibantah oleh lembaga survei tersebut.

Kedatangan Del Fadillah diterima Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Riau, Asril Darma, didampingi anggota Komisioner Bidang Siaran, Wide Munadir Rosa dan Nopri Naldi. "Kami apresiasi respon cepat dari pihak Kompas TV yang langsung datang setelah berita bantahan Indobarometer menyebar di sejumlah media online," kata Asril Darma.

Menurut Asril Darma, pihak KPID menduga awalnya Kompas TV sebagai korban rekayasa gambar seperti yang disampaikan Direktur Indobarometer, Muhammad Qodari. "Kami tentu tidak ingin ada Lembaga Penyiaran yang catut oleh tangan tangan jahil melalui proses editing dan kemudian disebarkan di media sosial," katanya.

Namun setelah dilakukan penelusuran dan komunikasi dengan Koordinator Biro Kompas TV di Riau, kata Asril, terungkap bahwa memang terjadi sedikit kekeliruan di pihak Kompas TV. "Saya koordinasi dengan pusat. Redaksi Kompas TV pusat yang akan melakukan klarifikasi melalui siaran hari ini Rabu (28/3/2018)," kata Del Fadillah kepada Komisioner KPID Riau.

Diberitakan sebelumnya, hari ini khususnya di Riau banyak beredar gambar yang menunjukkan survey dari Kompas TV tentang polling Pilgub Riau 2018. Dalam gambar tersebut tertulis bahwa hasil survey tersebut berasal dari Indo Baromoter dengan pasangan Syamsuar-Edy Nasution sebagai pasangan calon dengan elektabilitas tertinggi.

Namun demikian, berdasarkan informasi yang dirangkum, Indo Barometer belum pernah melakukan survey terkait hal tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari. "Kita belum pernah melakukan survey untuk Pilkada Riau," kata Qodari pada Rabu (28/3/2018).

Qodari juga mengatakan bahwa gambar tersebut diperkirakan hanya hasil rekayasa pihak tertentu. Pasalannya bukan kali ini saja hal serupa terjadi. "Itu seperti hasil editing, pernah juga terjadi di daerah lain," tambah Qodari.

Qodari menduga bahwa ada pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja merekayasa visual dari program di Kompas TV. Jika pelakunya ketahuan, ia menyatakan akan melapornya kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Untuk hasil survey itu sendiri, memiliki data yang sama persis dengan survey yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia. Di mana peringkat pertama dalam segi elektabilitas diduduki oleh Syamsuar-Edy Nasution (19,8 persen). Disusul kemudian oleh Lukman Edy-Hardianto (17,8 persen), Firdaus-Rusli Effendi (16,4 persen), dan terakhir Andi Rachman-Suyatno (11,2 persen).(int/nol)