PEKANBARU, Riauin.com - Sebagai daerah penghasil minyak dan gas (Migas), Provinsi Riau merasa tidak diperhatikan oleh Pertamina. Dimana kuota dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau justru diperlakukan berbeda dengan daerah lainnya.
Atas kondisi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Riau Wan Thamrin Hasyim pun angkat bicara. Apalagi Pertamina menyatakan tingginya harga BBM di Riau disebabkan tingginya pajak yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar 10 persen.
"Terus terang saja itu (pajak) jangan dijadikan alasan Pertamina, itu saja masalahnya. Dia (Pertamina) juga harus berpikir, kalau Riau ini penghasil utama minyak dan gas (Migas) di Indonesia," tegasnya kepada wartawan, Senin (12/3/2018).
Karena itu, mantan Bupati Rokan Hilir ini mengharapkan Pertamina memberikan keistimewaan kepada Riau sebagai daerah penghasil Migas tersebut di Indonesia.
"Kita minta ada sebuah keistimewaan untuk Riau. Itu yang kita inginkan. Tapi jangan karena alasan itu (pajak), sekarang Premium langka di Riau, seharusnya tak boleh seperti itu," harapnya.
Disamping itu, Wan Thamrin mengatakan kalau pajak BBM Partalite tidak perlu dipersoalkan karena saat ini sedang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau untuk direvisi.
"Sekarang bolanya di DPRD. Kita Pemprov Riau menerima siapnya saja. Apa yang diputuskan soal pajak Partalite itu kita oke. Bahkan sebelum pak gubernur Riau cuti soal pajak ini sudah dibahas, dan kita siap untuk diturunkan," tukasnya. (int/nol)