Jembatan Water Fron City Diduga Kuat Bermasalah


Selasa, 06 Februari 2018 - 21:52:02 WIB
Jembatan Water Fron City Diduga Kuat Bermasalah Jembatan Water Fron City
BANGKINANG, Riauin.com - Jembatan water fron city yang menghubungkan kecamatan Bangkinang Kota dengan Kecamatan Bangkinang diduga kuat bermasalah.

Pasalnya, jembatan yang menghabiskan anggaran negara sebanyak 131 miliar rupiah itu baru selesai dibangun pada tahun 2016 silam, dan bahkan sudah menjadi kebanggaan masyarakat Kampar namun akhir - akhir ini menimbulkan kecurigaan bahwa jembatan itu bermasalah.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan dari sumber terpercaya mengataka, dari awal proses perencanaan pembangunan water fron city itu sudah bermasalah. Sebenarnya pembangunan itu dikonsep oleh bupati Kampar saat itu JN, yang mana dalam konsep itu direncanakan pembangunan jembatan water fron city multi years.

"Awalnya berawal dari konsep water fron citi, yang mana dalam konsepnya pembangunan itu dijadikan tempat wisata bagi masyarakat kampar, direncanakan dalam pembangunan tersebut ada dibangun taman, pusat perbelanjaan dan tempat pusat perkantoran, anggaran diperkirakan 350 sampai 500 miliar," katanya.

"Tapi karena DPRD menilai anggaran itu sangat banyak, selalu mendapat penolakan dari DPRD, karena selalu molor - molor akhir masa 2,5 tahun pertama habis, dan akhirnya Jefri ngotot kepada anggota DPRD untuk menerima, namun DPRD bisa nenerima usulan untuk pembangunan jembatan yang bernilai ratusan miliar," ulas pemuda yang tidak ingin disebutkan namanya itu.

Dirinya (sumber - red) menjelaskan, setalah diresmikan pada awal Desember 2016, sekarang jembatan yang menjadi pusat peratian masyarakat sudah mulai retak, dan akses jembatan itu juga sudah mulai dilakukan buka tutup.

Sekedar diketahui, sebelumnya pemerintah Kabupaten Kampar telah mengajukan anggaran pembangunan jembatan berkonsep wfc dengan anggaran Rp 131. Pada saat itu bupati Kampar Jefry Noer mengatakan lokasi jembatan yang akan dibangun tersebut bertujuan untuk memudahkan akses kendraan.

"Memang jembatan yang lama masih ada, tetapi kondisinya sudah rusak parah dan tidak layak dilalui kendaraan berat, jadi harus dipasang portal pembatas beban," katanya, Kamis (18/6/2015) seprti dikutip dari Sumtra Bisnis.com

Selain itu menurut Jefry, kondisi jembatan lama ini juga menyebabkan setiap kendaraan yang melintas di sana akan rentan menjadi korban kecelakaan.

Dari rencana pengajuan anggaran, Pemkab memutuskan untuk membangun jembatan lewat sistem tahun jamak yaitu selama dua tahun dengan anggaran senilai Rp131 miliar.

Berkaca dari beberapa pembangunan jembatan sebelumnya seperti di Kuok dan Air Tiris yang membutuhkan waktu selama 18 bulan, pihaknya optimistis pembangunan jembatan ini bisa rampung dengan waktu hampir sama.

"Kami perkirakan lamanya pembangunan jembatan ini hanya 17 bulan saja sudah selesai," katanya.

Agar realisasi pembangunan tepat waktu, Jefry meminta satker terkait untuk segera melakukan tahapan pembangunan seperti tender proyek tersebut.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupatan Kampar Ahmad Fikri mengatakan pihaknya telah menerima pengajuan anggaran multi years pembangunan jembatan berkonsep water front city tersebut.

"Kami sudah menerima pengajuan anggarannya dari bupati, dan sesuai hasil rapat paripurna DPRD Kampar menyetujui rencana pembangunan itu," katanya.

Ahmad mengatakan setiap program pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat akan menjadi prioritas untuk didukung dan direalisasikan. (def)