Denyut Wisata Kebun Nopi Pulih, Ajang Pacu Jalur Mini Angkat Perekonomian Warga


Jumat, 09 Oktober 2026 - 19:04:36 WIB
Denyut Wisata Kebun Nopi Pulih, Ajang Pacu Jalur Mini Angkat Perekonomian Warga

Suasana Danau Kebun Nopi saat acara Pacu Jalur Mini

 

Laporan; Hendrianto.

RIAUIN.COM— Dermaga beton yang biasanya sunyi dan terkikis gulma di tepi Danau Kebun Nopi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mendadak bergemuruh. Ribuan warga tumpah ruah memadati area tepian bendungan, memecah kesunyian kawasan yang sekian lama merana akibat ketiadaan perawatan.

Keriuhan tersebut menandai digelarnya ajang Pacu Jalur Mini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-27 Kabupaten Kuantan Singingi. Sejak pagi, Jumat (9/10) deretan kendaraan roda dua dan empat memadati kantong-kantong parkir yang dikawal ketat oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta tim medis dan ambulans yang bersiaga di lokasi.

Hadir langsung memantau perhelatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi H Mukhlisin, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Drs Muradi MSi, serta Ketua KONI Kuantan Singingi Andi Cahyadi. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini mengiringi langkah strategis pemerintah kabupaten dalam memanfaatkan ajang olahraga budaya sebagai sarana optimalisasi aset daerah.

"Pemerintah daerah ingin momentum HUT Ke-27 Kuansing ini menjadi pintu masuk untuk membangun kembali kepedulian bersama terhadap keberadaan Danau Kebun Nopi sebagai salah satu aset daerah yang sangat berharga. Melalui gotong royong dan gelaran kegiatan seperti ini, kita kembalikan fungsi dan potensi kawasan ini agar berdaya guna bagi masyarakat," ujar Mukhlisin saat membuka acara.

Pemandangan hari ini berbanding terbalik dengan kondisi harian Danau Kebun Nopi. Bendungan buatan yang sempat dimanfaatkan sebagai venue cabang olahraga dayung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 tersebut sebelumnya terbiarkan telantar. Tanaman enceng gondok serta semak belukar liar menutup sebagian permukaan air dan garis sempadan, menciptakan kesan kumuh dan tak terurus.

"Dulu kalau hari biasa tempat ini sepi sekali, hanya ada gulma dan semak belukar. Bangunan penunjang pun mulai rusak karena jarang disentuh," ujar Sanggam, salah seorang warga lokal di lokasi perhelatan.

Geliat di Kebun Nopi tidak lepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi yang berupaya menghidupkan kembali kawasan seluas puluhan hektar tersebut sebagai destinasi wisata air terpadu berbasis komunitas.

Pembersihan gulma secara masif serta pembersihan fasilitas penunjang dilakukan secara bertahap menjelang pembukaan pacu jalur mini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemda untuk mengurai konsentrasi keramaian adat yang selama ini hanya terpusat di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, sekaligus menggerakkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kuantan Singingi.

Keberadaan pacu jalur mini—versi perahu kayu berukuran lebih kecil dengan jumlah pendayung terbatas—menjadi instrumen efektif untuk merawat tradisi bahari sekaligus menjaring pemuda lokal dalam pembinaan olahraga dayung.

Di sepanjang tanggul beton, tampak belasan perahu naga dan jalur mini tertambat, bersiap meluncur mengarungi lintasan air danau yang tenang.

Melihat tingginya animo masyarakat yang memadati lokasi perhelatan, Ketua KONI Kuantan Singingi Andi Cahyadi menyatakan kesiapannya bersama pemerintah daerah untuk merancang agenda serupa secara berkala.

"Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa menyaksikan pacu jalur mini hari ini, kami bersama pemerintah daerah bertekad menggelar kembali kegiatan serupa pada akhir tahun atau menyambut Tahun Baru 2027. Ini membuktikan bahwa olahraga air tidak hanya merawat budaya dan prestasi, tetapi juga terbukti saling mendorong dan membangkitkan roda perekonomian masyarakat," kata pria yang akrab disapa Aheng tersebut.

Aheng menambahkan, pada perhelatan Tahun Baru mendatang, pihaknya merencanakan kompetisi dragon boat race (perahu naga) yang melibatkan perwakilan dari seluruh desa di Kuantan Singingi.

"Peserta dari seluruh desa nantinya tinggal membawa pendayung saja ke sini, sebab armada perahu naganya sudah tersedia di Danau Kebun Nopi," ujar Aheng.

Dampak sosial-ekonomi dari revitalisasi ini langsung dirasakan warga sekitar. Puluhan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjajakan aneka kuliner, minuman segar, hingga aneka barang dagangan di bawah deretan tenda pelindung.

"Biasanya jualan sepi karena danau ini jarang didatangi orang. Namun karena ada acara pacu jalur mini ini, dagangan kami laku keras dari pagi. Kami sangat berharap acara-acara seperti ini bisa sering dibuat supaya rezeki pedagang kecil terus mengalir," ungkap Rina, salah seorang pedagang minuman dan makanan ringan di tepi danau.

Sorak-sorai penonton yang berjejer di sepanjang bibir danau tidak hanya menghidupkan kembali atmosfer kompetisi olahraga air, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi perekonomian warga yang sempat lesu.

Penyelenggaraan event peringatan hari jadi daerah di Danau Kebun Nopi ini menjadi titik awal penting bagi pembenahan tata kelola aset daerah secara berkelanjutan.

Tantangan utama Pemkab Kuantan Singingi ke depan adalah memastikan pemeliharaan kawasan secara konsisten seusai perhelatan berakhir, agar Danau Kebun Nopi tidak kembali terperosok dalam ketelantaran. (***)