Pekanbaru Catat Kasus ISPA Tertinggi di Riau, Diskes Buka Posko Darurat dan Rumah Oksigen


Kamis, 08 Oktober 2026 - 17:30:06 WIB
Pekanbaru Catat Kasus ISPA Tertinggi di Riau, Diskes Buka Posko Darurat dan Rumah Oksigen

RIAUIN.COM - Kota Pekanbaru menjadi wilayah dengan penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut terbanyak di Provinsi Riau. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, angka penderita di ibu kota provinsi tersebut menembus 7.434 kasus dari total 27.250 warga yang terpapar di 12 kabupaten dan kota.

Merespons lonjakan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk mengantisipasi pasien kondisi kritis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengonfirmasi penyebaran kasus tersebut merata di seluruh wilayah. Di bawah Pekanbaru, Kabupaten Kampar mencatat 3.629 kasus, disusul Bengkalis dengan 2.964 kasus, Kota Dumai 2.887 kasus, dan Siak 2.806 kasus. Selanjutnya, Pelalawan melaporkan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus, serta Indragiri Hilir 79 kasus.

"Meski ada kenaikan kasus, fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal," ujar Zulkifli, Kamis (7/10/2026).

Pemerintah daerah menyiagakan fasilitas penunjang medis di tingkat dasar untuk mengantisipasi perburukan kondisi kesehatan masyarakat.

"Pemerintah daerah menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mencegah gejolak ketika pasien tiba-tiba membludak," kata Zulkifli.

Selain langkah penanganan di fasilitas kesehatan, dinas terkait bersama akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan. Masyarakat diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala prapencetus ISPA.

"Kita mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan akibat polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak-anak, ibu hamil, orang dengan komorbiditas, dan lansia," tuturnya.

Zulkifli meminta jajaran tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan daerah untuk sigap memperbarui data pelaporan gangguan kesehatan akibat polusi udara.

"Tenaga kesehatan di faskes kami mohon untuk segera melaporkan dan menyatukan kasus kejadian penyakit yang disebabkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma ke Dinas Kesehatan kabupaten dan kota," ucap Zulkifli. (Bil)