DLHK Sebut Pemantauan Kualitas Udara Pekanbaru Tetap Berjalan Meski Papan ISPU Rusak


Kamis, 08 Oktober 2026 - 15:50:49 WIB
DLHK Sebut Pemantauan Kualitas Udara Pekanbaru Tetap Berjalan Meski Papan ISPU Rusak

RIAUIN.COM - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru memastikan pemantauan kualitas udara tetap dilakukan di tengah kepungan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun sejumlah papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di ruang publik padam.

Papan informasi kualitas udara di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru dan di simpang Mal SKA tampak tidak beroperasi. Padahal, masyarakat membutuhkan informasi visual secara berkala untuk memantau ancaman bahaya asap di jalanan.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menjelaskan bahwa papan ISPU yang mati tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang dipasang sejak tahun 1999. Perangkat yang sudah berusia puluhan tahun itu mengalami kerusakan parah sehingga tidak efisien lagi untuk diperbaiki.

"Papan ISPU itu adalah pemberian dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1999, memang kondisi perbaikannya setara jika membeli alat baru," kata Reza saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).

Meski alat di titik-titik jalan utama tidak berfungsi, Reza menegaskan bahwa pemantauan kadar pencemaran udara tetap terus berjalan menggunakan alat ukur otomatis di kawasan Tenayan Raya.

"Alat untuk menghitung ISPU itu ada di Tenayan Raya, Kantor Walikota Pekanbaru. Itu fasilitas umum dan bisa diakses publik, tetapi kelemahannya hanya mendeteksi kualitas udara yang ada di Tenayan Raya ya," ujar Reza.

Untuk melengkapi data lapangan, DLHK Pekanbaru mengerahkan tim khusus yang berkoordinasi langsung dengan BMKG, BPBD, serta tenaga kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan pemantauan berbasis digital melalui aplikasi atau situs resmi ISPU Net.

Di samping ketersediaan alat, Reza menekankan pentingnya kepedulian warga dalam menjaga kesehatan diri sendiri saat bencana asap melanda.

"Percuma juga alat bagus, tapi kesadaran masyarakat untuk mencegah terhadap kabut asap untuk dirinya sendiri ini juga agak susah," ucap Reza. (*)