Tim Gabungan Pantau Tiga Titik Bekas Karhutla di Payung Sekaki Pekanbaru


Rabu, 07 Oktober 2026 - 12:18:21 WIB
Tim Gabungan Pantau Tiga Titik Bekas Karhutla di Payung Sekaki Pekanbaru

RIAUIN.COM - Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau bersama BPBD Kota Pekanbaru memeriksa tiga lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Payung Sekaki, Selasa (6/10/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api pasca-kebakaran.

Pemeriksaan lapangan menyasar kawasan yang dinilai rawan dan pernah terbakar, yakni Jalan Fajar dan Jalan Sido Rukun di Kelurahan Bandar Raya, serta Jalan Riau Baru di Kelurahan Air Hitam.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBDPK Provinsi Riau, Achmad Mulyadi menjelaskan bahwa pengecekan langsung bertujuan memastikan area terdampak benar-benar steril.

"Hari ini kami bersama tim BPBD Kota Pekanbaru meninjau lokasi eks karhutla, tepatnya di Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki. Kami ingin memastikan perkembangan kondisi terakhir lahan yang dulu terbakar. Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah steril dan tidak ditemukan lagi api," kata Achmad Mulyadi.

Ia menambahkan, kondisi lahan saat ini tergolong aman dari potensi api karena wilayah Riau sempat diguyur hujan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Achmad Mulyadi menegaskan bahwa kawasan Kecamatan Payung Sekaki memiliki rekam jejak kebakaran yang berulang setiap tahun, sehingga kewaspadaan warga tetap dibutuhkan.

"Kejadian di daerah ini setiap tahun sering berulang. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.

Guna mencegah kejadian serupa saat cuaca kembali panas dan kering, BPBDPK Provinsi Riau mendorong aparatur kelurahan untuk memasifkan sosialisasi pencegahan karhutla kepada warga setempat.

"Kami juga meminta Kelurahan Bandar Raya untuk melakukan kegiatan sosialisasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran ke depannya," tutur Achmad Mulyadi.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas, melainkan butuh partisipasi aktif masyarakat serta kolaborasi antarlembaga.

"Dari BPBD PK Provinsi Riau dan BPBD Kota Pekanbaru, kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla," kata Achmad Mulyadi. (Bil)