Karhutla Bengkalis Tembus 8.500 Hektare, Pemkab Terima Bantuan Rp15 Miliar dari Pusat


Kamis, 01 Oktober 2026 - 17:54:31 WIB
Karhutla Bengkalis Tembus 8.500 Hektare, Pemkab Terima Bantuan Rp15 Miliar dari Pusat

RIAUIN.COM - Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis diperkirakan telah mencapai 8.573,25 hektare berdasarkan hasil pemantauan citra satelit per 28 September 2026. Menanggapi lonjakan angka tersebut, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan anggaran penanganan sebesar Rp15 miliar melalui BPBD Kabupaten Bengkalis.

Data tersebut dipaparkan Bupati Bengkalis Kasmarni saat menyambut kunjungan kerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Rabu (30/9/2026).

Kasmarni menegaskan bahwa lonjakan titik api ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. "Angka ini menjadi pengingat bagi kita bahwa Karhutla tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan api. Ada persoalan gambut, tata air, akses, aktivitas masyarakat, hingga koordinasi dan kewenangan yang harus kita tangani secara bersama-sama," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pemkab Bengkalis telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan membentuk Satgas Operasi Bersama yang melibatkan personil TNI dan Polri. Namun, ia menekankan pentingnya pencegahan berbasis masyarakat ketimbang sekadar pemadaman.

"Gambut dapat tetap aman apabila airnya terjaga, masyarakatnya kuat, datanya tersedia, dan semua kita bekerja dalam satu arah," kata Kasmarni.

Sebagai bentuk solusi jangka panjang, Pemkab Bengkalis mengandalkan kawasan Rumah Runding Restorasi Tanjung Leban untuk mengelola tata air lanskap gambut seluas 2.400 hektare. Kawasan ini difungsikan sebagai pusat riset dan edukasi bagi masyarakat setempat agar dapat mengelola lahan tanpa membakar.

Dalam kesempatan itu, Kasmarni menyampaikan apresiasinya atas dukungan taktis dan finansial dari Pemerintah Pusat serta sinergi dari jajaran TNI-Polri di daerah.

"Dukungan anggaran melalui BPBD Kabupaten Bengkalis sangat membantu kami dalam memperkuat upaya penanganan di lapangan," tuturnya.

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Danlanud Roesmin Nurjaddin Marsma TNI Abdul Harris, serta pakar gambut dari Universitas Riau Prof. Dr. Hermandra dan Haris Gunawan. (Bil)