RIAUIN.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau mencatat sebanyak 170 ekor kucing mendominasi layanan vaksinasi rabies gratis dari total 204 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) yang disuntik di Pekanbaru.
Selain kucing, petugas medis DPKH Riau menyuntikkan vaksin kepada 32 ekor anjing, satu ekor musang, dan satu ekor monyet selama lima hari pelayanan di Kantor DPKH Provinsi Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Provinsi Riau, drh. Faralinda Sari, menyampaikan pentingnya langkah pencegahan ini karena rabies merupakan penyakit menular yang berbahaya.
"Rabies merupakan penyakit mematikan yang bisa menular ke manusia. Karena itu vaksinasi ini penting untuk melindungi hewan sekaligus melindungi kita semua," kata drh. Faralinda Sari, Selasa (29/9/2026).
Layanan gratis dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia 2026 ini melayani pemberian vaksin dosis pertama maupun suntikan booster. Pada hari terakhir pelaksanaan saja, petugas menyuntikkan vaksin ke 51 ekor HPR, termasuk 36 ekor kucing, 14 ekor anjing, dan satu ekor monyet.
Guna menjaga keamanan proses penyuntikan, DPKH Riau menetapkan syarat khusus bagi hewan penerima vaksin, seperti berusia minimal tiga bulan, tidak sedang hamil, dan dinyatakan sehat. Pemilik juga diwajibkan membawa peliharaannya menggunakan pet cargo atau rantai pengaman.
drh. Faralinda Sari menekankan bahwa keberhasilan penanganan dan pencegahan ancaman rabies memerlukan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat.
"Rabies bukanlah masalah yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi dari masyarakat, dokter hewan profesional, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga mitra global. Karena setiap pihak punya peran, dan setiap aksi berarti," ujar drh. Faralinda Sari.
Ia meminta para pemilik HPR aktif memeriksakan kondisi hewan secara berkala ke fasilitas kesehatan terdekat serta segera melapor jika mendapati adanya gejala atau perubahan perilaku yang mencurigakan pada hewan peliharaannya.
"Melalui vaksinasi rutin dan keterlibatan aktif masyarakat, risiko penyebaran rabies diharapkan semakin dapat ditekan, sekaligus mendukung upaya menuju Riau bebas rabies," tuturnya. (Bil)