Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan


Senin, 28 September 2026 - 18:10:29 WIB
Pemko Pekanbaru dan Forkopimda Petakan Risiko La Nina dan Gangguan Perkotaan

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) resmi memetakan sejumlah potensi ancaman bencana dan gangguan tata kota menyusul berakhirnya musim kemarau dan datangnya fenomena La Nina. Langkah antisipasi tersebut menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi bulanan yang berlangsung di Kantor Kejari Pekanbaru, Senin (28/9/2026).

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan bahwa kesiapsiagaan lintas sektor sangat mendesak dilakukan agar potensi banjir, lonjakan kasus penyakit, hingga bahaya fisik di ruang publik dapat ditekan sedini mungkin.

"Kita akan menghadapi fenomena La Nina dengan musim curah hujan yang cukup panjang. Tentu kita sudah mulai memetakan ancaman banjir, lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), hingga bahaya pohon tumbang di wilayah perkotaan," kata Agung Nugroho di Pekanbaru, Senin (28/9/2026).

Sebelum memasuki transisi musim hujan, Pekanbaru sempat melewati masa kemarau panjang yang memicu kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agung Nugroho mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang dinilainya konsisten menjaga stabilitas keamanan serta penanganan karhutla di lapangan.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama dan dukungan dari TNI dan Polri yang turun tiada henti untuk mengedukasi masyarakat sekaligus memadamkan api, khususnya di wilayah Kota Pekanbaru," ujar Agung Nugroho.

Selain antisipasi cuaca ekstrem, forum tersebut membedah penataan kawasan niaga, seperti pengelolaan Pasar Simpang Baru dan area pertokoan di kawasan 133 ruko. Isu keandalan pasAntisipasi La Nina dan Karhutla, Pemko Pekanbaru Petakan Risiko Banjir Hingga DBD. (Bil)