RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau tancap gas memperkuat rantai pasok pangan lokal guna menopang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingginya kebutuhan bahan pokok harian untuk jutaan penerima manfaat kini dialihkan menjadi peluang pendorong ekonomi para petani dan UMKM daerah.
Rencana penguatan pasokan pangan lokal tersebut dibahas saat Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi langsung ke Ruang Kenanga Kantor Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi, mengungkapkan bahwa pemenuhan nutrisi harian dalam skala besar membutuhkan ketersediaan komoditas pangan yang stabil setiap bulannya.
"Untuk 672 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi, kebutuhan setiap bulan mencapai sekitar 3.098 ton beras, 1.915 ton daging ayam, lebih dari 6,1 juta butir telur, 620 ton ikan, 5.164 ton buah, dan 1.549 ton sayur," ujar Helmi.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi kunci agar program ini memberikan dampak ganda bagi masyarakat Riau.
"MBG kami pandang sebagai peluang untuk memperkuat rantai pasok lokal dengan melibatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, UMKM, dan pelaku usaha daerah. Dengan demikian, program gizi berjalan dan pada saat yang sama ekonomi lokal ikut bergerak," kata Helmi.
Di samping pemenuhan logistik, Pemprov Riau bersama Sekda Riau Syahrial Abdi juga menyoroti aspek jaminan mutu dan keamanan pangan. Sebanyak 673 unit layanan tercatat telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari total 710 unit yang mengajukan.
"Bagi kami, yang terpenting bukan sertifikatnya semata, tetapi memastikan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan tersebut benar-benar diterapkan di lapangan," tegas Helmi.
Sejauh ini, jangkauan penerima manfaat MBG di Riau telah menembus 1.549.481 orang dari total potensi 2,01 juta penerima, dengan dukungan operasional dari 32 ribu relawan serta pelatihan bagi 28.045 penjamah pangan. (Bil)