Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan


Sabtu, 26 September 2026 - 12:09:54 WIB
Pemko Pekanbaru Gandeng Baznas Tebus 649 Ijazah Siswa yang Tertahan

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat menuntaskan masalah 649 ijazah siswa yang masih tertahan di berbagai sekolah akibat menunggak biaya pendidikan. Untuk menyelesaikan persoalan ini, pemerintah daerah menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru guna menebus dokumen kelulusan tersebut.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengonfirmasi bahwa penahanan ijazah tersebut tidak hanya terjadi di sekolah swasta, tetapi juga menyasar sekolah negeri.

"Kita masih menerima laporan warga yang ijazahnya masih ditahan sekolah. Mereka belum bisa menebusnya lantaran tidak ada biaya. Masih ada laporan yang menahan itu sekolah negeri, itu yang jadi pertanyaan kita, aneh juga," ujar Agung Nugroho, Kamis (24/9/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru diterjunkan ke lapangan untuk menelusuri penyebab pasti penahanan serta melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi ekonomi para siswa.

"Kita akan lihat, apa benar anak yang ijazahnya ditahan memang anak kurang mampu. Kita sudah rapat dengan Baznas Pekanbaru, nanti yang sesuai ketentuan bakal dibantu Baznas. Mereka adalah orang-orang yang layak menerima zakat, jangan sampai dia punya uang tapi enggan menebus," kata Walikota Pekanbaru.

Siswa dari keluarga miskin yang memenuhi kriteria penerima zakat akan dibantu sepenuhnya oleh Baznas. Sementara itu, siswa kurang mampu yang berada di luar kriteria penerima zakat akan ditanggulangi langsung melalui anggaran Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan proses pembebasan ratusan ijazah ini dapat rampung sepenuhnya pada tahun ini. Warga yang masih mengalami kendala serupa diimbau untuk segera melapor ke kantor camat setempat dengan membawa dokumen pendukung.

"Target kita tahun ini, tapi masih ada yang ingin melaporkan bahwa ijazahnya tertahan. Kita akan tuntaskan secara bertahap, dan tepat sasaran," tutur Agung Nugroho. (Bil)