Tim Gabungan Amankan Lokasi Penemuan Bangkai Diduga Paus di Mandah


Sabtu, 26 September 2026 - 08:29:49 WIB
Tim Gabungan Amankan Lokasi Penemuan Bangkai Diduga Paus di Mandah

RIAUIN.COM - Tim gabungan mengambil sampel darah dan mengukur dimensi fisik bangkai mamalia laut yang ditemukan mengapung di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (25/9/2026). Bangkai yang diduga paus tersebut dipindahkan ke perairan Menteban agar tidak terus terseret arus laut.

Proses pemindahan lokasi dari perairan Sungai Bahale menuju koordinat 0.0068661, 103.5618265 di Menteban dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. Langkah ini dilakukan oleh Tim Perlindungan dan Pelestarian KKP yang beranggotakan Sefrianto Permana dan Ignatius Trihantoro, Pengawas KKP Wahyuri Purnamasari, Camat Mandah Idrus, serta personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah.

"Agar posisinya tidak kembali terseret arus air laut, petugas mengikat bangkai tersebut menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai," ujar salah seorang petugas tim teknis di lapangan.

Selain mengamankan lokasi penemuan, tim teknis KKP langsung mengukur morfometri dan memproses pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan spesies pasti serta memprakirakan penyebab kematian mamalia tersebut.

Pengamanan di area perairan turut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI guna menjaga ketertiban selama pemeriksaan ilmiah berlangsung.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto melalui Kapolsek Mandah IPTU Indra Jaya menegaskan bahwa seluruh unsur diterjunkan untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan.

"Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan serta unsur pemerintah, TNI, dan masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim terkait akan menjadi dasar informasi lebih lanjut mengenai jenis serta kondisi hewan tersebut," kata IPTU Indra Jaya, Jumat (25/9/2026).

IPTU Indra Jaya juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tidak mendekati atau melakukan tindakan mandiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut. Ia meminta warga menyerahkan seluruh proses penanganan dan penelitian kepada instansi yang berwenang.

"Informasi resmi terkait hasil penanganan akan kami sampaikan setelah seluruh tahapan pengujian sampel selesai dilaksanakan," tambah IPTU Indra Jaya.

Langkah pengamanan di perairan Menteban masih terus dilanjutkan sampai seluruh rangkaian pemeriksaan teknis dan identifikasi medis oleh KKP selesai dilakukan. (Bil)