RIAUIN.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru memperketat pelacakan dan pencatatan limbah medis rumah sakit melalui penggunaan timbangan digital berbasis Internet of Things (IoT) dan label Quick Response Code (QR Code). Langkah ini diterapkan untuk menekan risiko pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah medis yang tidak terdata.
Skema baru tersebut memanfaatkan aplikasi SMILE WMS yang terhubung langsung dengan platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan. Melalui teknologi ini, kantong limbah medis yang diberi kode QR akan ditimbang secara otomatis untuk merekam data berat dan jenis limbah secara akurat sebelum dijemput oleh pihak ketiga.
Dinkes Kota Pekanbaru menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Penyehatan Lingkungan Rumah Sakit di Furaya Hotel Pekanbaru pada Selasa (23/9/2026) guna memastikan seluruh pengelola fasilitas kesehatan siap menjalankan sistem tersebut.
"Penggunaan timbangan digital dan QR code ini meminimalisir selisih data. Proses pencatatan limbah di setiap rumah sakit kini selesai kurang dari lima menit dan langsung terhubung ke pusat," kata Kepala Dinkes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto.
Hazli Fendriyanto menegaskan bahwa ketepatan data menjadi kunci utama dalam mencegah kebocoran limbah berbahaya ke lingkungan.
"Penerapan sistem digital SMILE WMS ini merupakan langkah nyata kita untuk memastikan seluruh proses pengelolaan limbah medis di rumah sakit tercatat secara akurat, transparan, dan terintegrasi secara real-time demi menjaga penyehatan lingkungan fasyankes di Kota Pekanbaru," kata Hazli Fendriyanto.
Sistem yang dikembangkan bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia ini juga terhubung langsung dengan SIKELIM Kemenkes dan SIRAJA milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Integrasi tersebut membuat alur perpindahan limbah dari rumah sakit hingga lokasi pengolahan akhir dapat dipantau oleh pemerintah pusat dan daerah secara bersamaan.
Dinkes Kota Pekanbaru meminta seluruh penanggung jawab kesehatan lingkungan rumah sakit se-Kota Pekanbaru segera melengkapi perangkat keras, aplikasi, hingga kesiapan personel di lapangan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikannya berjalan sesuai standar keamanan lingkungan. (Bil)