Puncak Musim Hujan Riau Diprediksi November-Desember, BMKG Minta Waspadai Potensi Banjir


Rabu, 23 September 2026 - 14:29:34 WIB
Puncak Musim Hujan Riau Diprediksi November-Desember, BMKG Minta Waspadai Potensi Banjir

RIAUIN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim penghujan di Provinsi Riau akan berlangsung pada November hingga Desember mendatang. Meskipun berdurasi relatif singkat, intensitas dan volume curah hujan yang turun diprediksi sangat tinggi sehingga berpotensi memicu banjir sekaligus mengancam munculnya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, usai bertemu dengan Plt Gubernur Riau di Kantor Gubernur Riau, Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut membahas prakiraan musim penghujan, potensi cuaca ekstrem, serta formulasi strategi penanganan Karhutla di wilayah Riau.

Warjono menjelaskan bahwa durasi musim hujan kali ini terbilang padat dengan intensitas tinggi yang terakumulasi dalam waktu singkat.

"Puncak musim penghujan diprediksi akan terjadi pada bulan November hingga Desember. Musim penghujan kali ini berdurasi cukup singkat, namun memiliki volume curah hujan yang sangat tinggi. Diibaratkan seperti hujan enam bulan yang harus turun dalam waktu empat bulan, sehingga intensitasnya akan sangat deras dalam waktu singkat," ujar Warjono.

Saat ini, peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan sudah mulai terjadi di wilayah utara Riau seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan sebagian Bengkalis. Secara bertahap, pergeseran curah hujan akan menuju ke wilayah selatan pada bulan depan, meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, hingga Indragiri Hilir.

Meskipun intensitas hujan mulai meningkat, BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah dan masyarakat tidak mengabaikan ancaman karhutla. Pasalnya, di sela-sela musim hujan masih terdapat hari tanpa hujan yang bisa membuat vegetasi dan lahan gambut kembali mengering.

"Jadi ada dua hal yang perlu kita waspadai. Di musim hujan masih ada potensi karhutla, sementara di sisi lain kita juga mulai beralih kepada kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem," tegas Warjono.

Masyarakat mengimbau agar kesiapsiagaan ditingkatkan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan angin kencang selama masa peralihan hingga puncak musim hujan berlangsung. (Bil)