Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Riau di Tengah Kepungan Asap


Senin, 21 September 2026 - 08:46:11 WIB
Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Riau di Tengah Kepungan Asap

RIAUIN.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi menerjang sejumlah daerah di Provinsi Riau pada Senin (21/9/2026). Peringatan dini ini dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru di tengah kondisi sebagian wilayah Riau yang sedang diselimuti udara kabur akibat asap.

Ancaman cuaca ekstrem tersebut diprakirakan melanda Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu, Siak, Kuantan Singingi, dan Kota Dumai sejak siang hingga dini hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S., mengungkapkan bahwa fenomena kekaburan udara akibat paparan asap juga terdeteksi sejak pagi dan berpeluang bertahan hingga malam hari sehingga menurunkan jarak pandang.

"Pada pagi hari cuaca di sebagian besar wilayah Riau diprakirakan kabur hingga berawan. Kekaburan udara akibat asap berpotensi terjadi dan dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," ujar Gita Dewi S. di Pekanbaru, Senin (21/9/2026).

Pada siang hingga sore hari, cuaca bertransisi menjadi kabur hingga cerah berawan. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang mulai membasahi Kabupaten Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, dan Kota Pekanbaru.

Potensi hujan berlanjut hingga malam hari di Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru. Wilayah sebaran hujan diprediksi kian meluas pada dini hari mencakup Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, dan Kota Dumai.

Gita Dewi S. menambahkan bahwa parameter suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen. Pergerakan angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

"Untuk kondisi perairan di Provinsi Riau, tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Ketinggian tersebut masih masuk kategori rendah dan aman untuk pelayaran," tutur Gita Dewi S. (Bil)