PW KAMMI Riau: Muswillub Bukan Agenda KAMMI, Independensi Organisasi Harus Dijaga


Ahad, 20 September 2026 - 16:30:00 WIB
PW KAMMI Riau: Muswillub Bukan Agenda KAMMI, Independensi Organisasi Harus Dijaga

RIAUIN.COM — Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Riau menegaskan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) yang berkembang saat ini bukan merupakan agenda resmi KAMMI Riau yang independen. Kader di seluruh tingkatan organisasi diminta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berkembang dan tetap menjaga soliditas serta independensi gerakan mahasiswa.

Sikap tersebut disampaikan PW KAMMI Riau menyikapi dinamika yang muncul terkait agenda Muswillub. Forum tersebut, menurut PW KAMMI Riau, perlu dilihat secara utuh dengan mencermati pihak yang menginisiasi, mekanisme yang digunakan, serta kepentingan yang berada di balik agenda tersebut.

Dalam dinamika yang berkembang, PW KAMMI Riau menyebut terdapat kelompok yang mengatasnamakan KAMMI dan mendorong pelaksanaan Muswillub. Kelompok tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan salah satu partai politik sehingga agenda yang dibawa tidak dapat begitu saja diposisikan sebagai representasi seluruh KAMMI Riau.

“Posisi kami jelas. Muswillub tersebut bukan agenda KAMMI independen. Agenda itu merupakan agenda kelompok yang dalam dinamika politik hari ini memiliki kedekatan atau berada dalam pengaruh salah satu partai politik. Karena itu, tidak tepat apabila kemudian agenda tersebut diposisikan sebagai representasi seluruh KAMMI Riau,” tegas PW KAMMI Riau.

Persoalan tersebut menurut PW KAMMI Riau bukan sekadar menyangkut forum Muswillub, tetapi berkaitan dengan independensi gerakan mahasiswa. KAMMI disebut harus tetap memiliki ruang organisasi yang bebas dari intervensi maupun kepentingan politik praktis pihak tertentu.

Kedekatan personal kader dengan partai politik, lanjut PW KAMMI Riau, merupakan pilihan masing-masing individu. Namun, pilihan tersebut tidak boleh dibawa menjadi kepentingan kelembagaan atau digunakan untuk mengarahkan organisasi pada kepentingan politik praktis.

“Kami menghormati pilihan politik setiap individu. Tetapi organisasi harus tetap independen. Jangan sampai kepentingan politik individu atau kelompok kemudian dibawa masuk dan dipaksakan menjadi kepentingan organisasi,” lanjutnya.

Karena itu, kader di tingkat akar rumput diminta tidak terburu-buru mengambil sikap hanya berdasarkan informasi atau narasi yang beredar. Setiap agenda yang mengatasnamakan KAMMI perlu dilihat berdasarkan konstitusi organisasi, mandat kelembagaan, serta mekanisme yang berlaku.

Kader Diminta Tetap Solid

PW KAMMI Riau juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak dalam polarisasi dan konflik internal yang tidak produktif. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi yang harus diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme kelembagaan.

Kader di tingkat komisariat, daerah hingga wilayah pun diserukan untuk tetap menjaga ukhuwah dan soliditas. Tabayun, konstitusi organisasi, independensi serta kepentingan KAMMI diminta menjadi pijakan dalam menyikapi setiap informasi mengenai Muswillub.

“KAMMI harus tetap menjadi gerakan mahasiswa yang kritis dan independen. Kalau ada agenda politik dari kelompok tertentu, silakan menjadi agenda kelompok tersebut. Tetapi jangan kemudian mengatasnamakannya sebagai agenda seluruh KAMMI,” tegas PW KAMMI Riau.

Di tengah dinamika tersebut, energi kader diharapkan tetap diarahkan pada kerja-kerja organisasi, mulai dari kaderisasi, gerakan intelektual, advokasi masyarakat hingga kontribusi nyata bagi umat dan bangsa. Independensi KAMMI disebut menjadi prinsip yang harus dijaga bersama, sementara soliditas kader akar rumput perlu dipertahankan agar dinamika organisasi tidak bergeser menjadi kepentingan politik praktis. -rL s, juh