Pj Sekda Kuansing Drs Muradi
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM– Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mencatat sebanyak 1.363 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi selama periode 19 Agustus hingga 17 September 2026. Lonjakan kasus ini dipicu oleh kabut asap yang menyelimuti wilayah Kuansing dalam 28 hari terakhir.
Tingginya angka penyakit pernapasan ini memicu kekhawatiran para orang tua. Sejumlah wali murid mendesak pemerintah daerah untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi melindungi kesehatan para siswa.
"Anak-anak sangat rentan batuk dan sesak kalau dipaksakan sekolah saat asap tebal begini. Di rumah saja dadanya kadang sesak, apalagi kalau harus jalan ke sekolah. Kami berharap pemkab memperpanjang PJJ sampai udara benar-benar bersih," kata Rahmi, 36 tahun, salah seorang wali murid sekolah dasar, Minggu, 20 September 2026.
Merespons desakan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuansing menyatakan sedang mengkaji kebijakan PJJ bagi siswa sekolah. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing, Muradi, menegaskan keputusan akan diambil setelah menghimpun data dari dinas-dinas teknis terkait.
"Saya cek data dari dinas teknis lebih dulu, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Dinas Pendidikan," ujar Muradi saat dihubungi, Minggu, 20 September 2026.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Helma Muliani, mengonfirmasi peningkatan drastis kasus ISPA berdasarkan laporan kumulatif dari seluruh puskesmas di Kuansing.
Tren lonjakan kasus harian mulai terjadi sejak 24 Agustus 2026 dengan angka berkisar antara 50 hingga 125 kasus per hari. "Angka ini jauh meningkat dibandingkan sebelum asap menyelimuti Kabupaten Kuansing. Kasus tertinggi tercatat pada 28 Agustus sebanyak 125 kasus," kata Helma, Kamis, 17 September 2026 lampau.
Helma menjelaskan bahwa paparan asap menyerang seluruh kelompok umur, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Penderita terbanyak berasal dari kelompok usia dewasa akibat tingginya aktivitas di luar ruangan.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta selalu menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, dan menjaga pola makan sehat.
Pantauan di lapangan menunjukkan jarak pandang di wilayah Teluk Kuantan masih terbatas dari pagi hingga siang hari. Bau sangit sisa pembakaran lahan juga masih terhirup di area permukiman warga dan lingkungan sekolah. (***)