HPJI Riau Ajak Pemprov Gabung Forum Internasional Cari Pembiayaan dan Teknologi Jalan


Jumat, 18 September 2026 - 17:57:54 WIB
HPJI Riau Ajak Pemprov Gabung Forum Internasional Cari Pembiayaan dan Teknologi Jalan

RIAUIN.COM - Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) Provinsi Riau mengajak Pemerintah Provinsi Riau memanfaatkan forum Konferensi Jalan Tol (KJT) ke-16 untuk mencari skema pembiayaan baru dan adopsi teknologi infrastruktur. Langkah ini dinilai strategis guna mengatasi keterbatasan anggaran daerah dalam pemeliharaan serta pembangunan jalan yang tahan terhadap perubahan iklim.

Rencana kehadiran pemerintah daerah dalam ajang berskala internasional yang dijadwalkan pada 4–8 Oktober 2026 di Balikpapan tersebut dibahas langsung saat pengurus DPD HPJI Riau menemui jajaran Pemprov Riau di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat (18/9/2026).

Wakil Ketua I DPD HPJI Riau, Prof. Dr. Ir. Ari Sandhiyavitri, M.Sc., menjelaskan bahwa ajang tersebut tidak hanya fokus pada pembenahan jalan secara fisik, tetapi juga membuka akses pendanaan dari luar APBD.

"Di sana tidak hanya membahas pembangunan jalan dari sisi teknis, tetapi juga teknologi, skema pembiayaan, sumber pembiayaan baru, kebijakan, operasional, hingga pemeliharaan jalan," kata Prof. Ari Sandhiyavitri.

Ia menambahkan, keterlibatan jejaring internasional seperti Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) dalam forum tersebut menjadi momentum penting bagi Riau untuk mengadopsi standar pengerjaan jalan modern.

"Mudah-mudahan ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan bisa kita implementasikan di Riau sehingga pembangunan jalan menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.

Sinyal positif disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Pihaknya menyambut baik peluang kerja sama lintas sektor tersebut untuk membenahi jaringan jalan di wilayah Riau yang terus mengalami peningkatan beban kendaraan.

"Forum seperti ini tentu penting karena kita dapat melihat perkembangan teknologi, kebijakan, maupun pendekatan baru dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan," ungkap SF Hariyanto.

Ia menekankan bahwa daerah memerlukan inovasi pembiayaan alternatif agar pembangunan infrastruktur tidak melambat.

"Selain membahas infrastruktur, pertemuan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat jaringan kerja sama yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan daerah," tutur SF Hariyanto. (Bil)