Lima Titik Api Muncul di Inhu dan Inhil, Satgas Karhutla Riau Gencarkan Water Bombing


Selasa, 15 September 2026 - 11:55:28 WIB
Lima Titik Api Muncul di Inhu dan Inhil, Satgas Karhutla Riau Gencarkan Water Bombing

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengintensifkan pemadaman udara menyusul ditemukannya lima titik api baru dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (15/9/2026).

Penanganan titik api ini menjadi salah satu fokus yang dilaporkan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla secara virtual bersama Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jenderal dan pejabat instansi terkait di Kantor Gubernur Riau.

Edy Afrizal mengungkapkan bahwa operasi penanganan darat dan udara terus berjalan meski petugas di lapangan menemui hambatan fisik.

"Tim satgas sudah mengerahkan water bombing ke lima titik tersebut. Penanganan di lapangan memang masih menghadapi kendala akses lokasi yang sulit dan keterbatasan sumber air," kata Edy Afrizal.

Saat ini empat unit helikopter dikerahkan khusus untuk operasi pemadaman udara, sementara enam unit lainnya disiagakan untuk patroli rutin di atas wilayah rawan.

Selain pemadaman langsung, upaya pencegahan dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membasahi area gambut. Berdasarkan analisis BMKG Riau, potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan baru terlihat pada 16 dan 19 September.

"Begitu ada awan yang bisa disemai, kami langsung bergerak. Kita tidak boleh menyia-nyiakan potensi sekecil apa pun untuk membasahi lahan gambut supaya tidak mudah terbakar," ujar Edy.

Terkait sebaran kabut asap yang sempat terlihat di beberapa area, Edy menjelaskan bahwa kondisi di Riau sebenarnya relatif terkendali dibanding wilayah sekitarnya. Sebagian besar asap yang melintas diduga merupakan kiriman dari daerah tetangga akibat pergerakan angin.

"Beberapa hari sebelumnya firespot kita sempat nihil. Asap yang terpantau kemungkinan besar berasal dari provinsi tetangga, karena data BMKG menunjukkan arah angin berembus dari selatan menuju utara," tutur Edy. (Bil)