Tembus Hutan Pakai Perahu, Satpol PP Riau Berhasil Padamkan Karhutla di Siak


Selasa, 15 September 2026 - 08:31:59 WIB
Tembus Hutan Pakai Perahu, Satpol PP Riau Berhasil Padamkan Karhutla di Siak

RIAUIN.COM - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak menyisakan sejumlah catatan evaluasi bagi tim lapangan. Jarak sumber air yang jauh serta keterbatasan peralatan menjadi hambatan utama petugas saat menaklukan si gundul merah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Riau Sri Sadono mengungkapkan, kendala teknis yang paling terasa selama penanganan di lokasi adalah terbatasnya pasokan selang pemadam.

“Yang jadi evaluasi kita kemarin, yaitu kondisi selang. Mengingat kondisi jarak api yang jauh dari sumber air, sehingga membutuhkan selang yang banyak, belum lagi terkadang selang yang bocor. Jadi memang kita kekurangan di selang, terutama selang ukuran 2,5 inci dan 1,5 inci. Kalau untuk mesin mencukupi,” kata Sri Sadono, Senin (14/9/2026).

Selain masalah selang, akses menuju titik api di dalam hutan juga menuntut kerja ekstra. Petugas bahkan harus memanfaatkan moda transportasi air untuk mengangkut personel dan peralatan pemadam.

“Untuk mobilisasi, tim menggunakan perahu bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Riau karena lokasi masuk jauh ke dalam,” tambahnya.

Selama bertugas di lapangan, 15 personel Satpol PP Riau bergabung dengan tim gabungan dan menyulap Kantor Desa Suka Mulya sebagai tempat tinggal sementara. Dalam operasi tersebut, disiagakan empat unit pompa ministriker, satu pompa apung, dua unit pompa berkapasitas 8 HP, tiga kendaraan roda empat, serta satu perahu fiber.

Setelah api dipastikan padam dan tidak ada lagi temuan titik panas (hotspot), seluruh personel ditarik kembali ke Markas Satpol PP Riau di Pekanbaru sejak Sabtu (12/9/2026). Meski demikian, kesiapsiagaan pasukan tetap disiagakan jika sewaktu-waktu daerah kembali membutuhkan bantuan penanggulangan karhutla.

“Alhamdulillah semua tim sudah kembali ke Kota Pekanbaru dan aktif bertugas per hari ini, dikarenakan titik api di Riau sudah tidak ditemukan dan tidak ada permintaan bantuan lagi. Namun, kalau memang dibutuhkan di lapangan, pasti akan kita turunkan tim sesuai kondisi,” tegas Sri Sadono. (Bil)