Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional


Senin, 14 September 2026 - 18:14:20 WIB
Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Ekonomi Pekanbaru Lampaui Capaian Nasional

RIAUIN.COM - Lonjakan realisasi investasi di Kota Pekanbaru hingga mencapai Rp7,35 triliun pada semester pertama 2026 berimbas positif pada laju perekonomian daerah. Kota ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen (yoy) pada Triwulan II 2026, memimpin di tingkat nasional dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta. Dalam rilis Kemendagri, posisi Pekanbaru berada di urutan teratas, diikuti Kota Batam sebesar 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen, dan Palopo 6,97 persen.

Merespons capaian tersebut, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menekankan bahwa tingginya angka pertumbuhan dan derasnya arus modal masuk harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

"Alhamdulillah, ini kabar yang membanggakan bagi masyarakat Pekanbaru. Tetapi bagi kami, bukan sekadar soal menjadi nomor satu. Yang paling penting adalah ekonomi kota bergerak, investasi tumbuh, UMKM hidup, lapangan pekerjaan terbuka, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," ujar Agung Nugroho, Senin (14/9/2026).

Faktor pendorong utama moncernya ekonomi Pekanbaru berasal dari masuknya modal investor yang mencapai Rp7,35 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut setara dengan 156,02 persen dari target yang ditetapkan, dengan penyumbang terbesar berasal dari Triwulan II sebesar Rp4,79 triliun.

"Kepercayaan dunia usaha ini harus kita jaga. Pemerintah harus terus memberikan kemudahan berusaha, memperbaiki pelayanan, membangun infrastruktur dan menciptakan kota yang aman, bersih serta nyaman," tegas Agung Nugroho.

Ia menambahkan, torehan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen ini bukanlah batas akhir dari pembenahan ekonomi daerah, melainkan pemantik untuk bekerja lebih keras.

"Angka 7,39 persen ini bukan garis finis. Ini justru menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras. Pertumbuhan harus menghadirkan kesejahteraan. Capaian ini bukan keberhasilan wali kota atau pemerintah saja, ini keberhasilan kita bersama," pungkasnya. -Juh