Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan


Jumat, 11 September 2026 - 17:37:44 WIB
Pemko Pekanbaru Libatkan Baznas untuk Bantuan Produktif demi Pangkas Kemiskinan

RIAUIN.COM - Pemerintah Kota Pekanbaru mengandalkan skema kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) guna memangkas angka kemiskinan dari 3,19 persen menjadi 2 persen. Langkah ini berfokus pada pengalihan bantuan dari yang semula bersifat konsumtif menjadi dukungan modal usaha yang produktif.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan pentingnya mengubah pola penyaluran dana zakat, sedekah, dan wakaf agar dapat menjadi penopang ekonomi jangka panjang bagi warga penerima manfaat. Menurutnya, pemanfaatan dana non-APBD secara tepat sasaran akan mempercepat penanganan masalah ekonomi warga.

"Contohnya zakat, sedekah dan wakaf, bukan saja dalam bentuk konsumtif, tapi juga bantuan produktif, seperti modal usaha. Ini perlu ada kolaborasi, seperti nanti akan diawasi oleh OPD terkait," kata Markarius Anwar saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Kemiskinan Kota Pekanbaru, Jumat (11/9/2026).

Selain mengoptimalkan peran Baznas, Pemko Pekanbaru menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menajamkan data kemiskinan berbasis lokus atau wilayah. Pemetaan berbasis data rinci di setiap kecamatan dinilai menjadi syarat mutlak agar program intervensi modal usaha dan pemberdayaan masyarakat tidak salah sasaran.

Markarius Anwar menyebutkan bahwa memangkas selisih kemiskinan sebesar 1,1 persen membutuhkan kerja keras dan koordinasi antarinstansi yang terintegrasi.

"Target 3,1 persen ke 2 persen. Ada gap 1,1 persen yang harus dikejar. Tidak mudah," ujarnya.

Ia juga menekankan agar seluruh OPD rutin mengevaluasi data bersama agar dampak dari bantuan produktif dapat terukur secara nyata di lapangan.

"Kalau tidak duduk bareng, tidak lihat data, kita tidak bisa, kita sangka udah berjalan, ternyata masih jauh," tegas Markarius Anwar. (Bil)