Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³


Rabu, 09 September 2026 - 11:53:00 WIB
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 112,8 µg/m³

RIAUIN.COM - Cuaca buruk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan sekitarnya berpeluang mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akan mengguyur sejumlah wilayah Riau sejak pagi hingga malam hari, Rabu (9/9/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa hujan berpotensi terjadi di beberapa daerah yang saat ini menjadi penyumbang titik panas terbanyak.

"Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam hari," kata Ranti Kurniati.

Turunnya hujan ini diharapkan mampu menekan jumlah titik panas yang tersebar di wilayah Sumatera. Pemantauan BMKG menunjukkan terdapat 1.607 titik panas di Pulau Sumatera, dengan 150 titik di antaranya berada di Riau. Angka ini sedikit menurun disbanding hari sebelumnya yang mencatatkan 170 titik. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak di Riau yakni 66 titik, disusul Bengkalis 26 titik, dan Indragiri Hilir 17 titik.

Meski ada potensi hujan, kondisi kualitas udara pada pagi hari masih berada pada level tidak sehat akibat pekatnya partisipan asap.

"Berdasarkan pemantauan kualitas udara pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112,8 µg/m³," ujar Ranti Kurniati.

Selain partikel halus PM2.5, polutan lain yang terdeteksi di udara Pekanbaru meliputi PM10 sebesar 130,9 µg/m³, ozon (O?) 76,9 µg/m³, nitrogen dioksida (NO?) 46,9 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO?) 37,2 µg/m³.

Sebagai langkah perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman kabut asap, Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah menyalurkan bantuan logistik kesehatan ke berbagai daerah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menjelaskan pihaknya telah membagikan ratusan ribu masker ke masyarakat, sekolah, instansi, hingga aparat penanganan bencana.

"Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau," ungkap Zulkifli.

Dari total pasokan awal sebanyak 123.700 lembar masker, pihak dinas telah menyalurkan 102.400 lembar ke kabupaten/kota seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Pekanbaru. Stok cadangan saat ini tersisa 21.300 lembar.

Guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan jika kabut asap tak kunjung mereda, Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

"Pusat awalnya sudah mendistribusikan 100 ribu pcs ke kita, sebelum kabut asap melanda Riau. Kemudian kita mengajukan lagi penambahan 10 ribu pcs, itu kan sudah kita distribusikan. Dengan buffer stock 21.300 pcs yang ada saat ini kita kembali mengajukan lagi ke pusat," kata Zulkifli.

Pengajuan tambahan bantuan ke pemerintah pusat tersebut mencakup 800 ribu masker bedah dan 50 ribu masker N95 untuk memperkuat penanganan dampak kesehatan masyarakat akibat karhutla. (Bil)