RIAUIN.COM - Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi resmi melepas Kafilah Provinsi Riau yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Acara pelepasan berlangsung di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, pada Senin (7/9/2026).
Dalam arahannya, Syahrial Abdi menekankan pentingnya menjaga sikap dan akhlak selama mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. Ia meminta seluruh peserta tidak hanya berfokus pada kejar target juara, tetapi juga mencerminkan kepribadian yang luhur.
"Pesan Bapak Gubernur adalah tetap menjaga akhlak karena ada sesuatu yang lebih tinggi daripada ilmu. Karena itu, kemampuan yang dimiliki harus berjalan bersama kepribadian yang baik," ujar Syahrial Abdi.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Riau tetap menyiapkan motivasi finansial berupa bonus senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah bagi para peserta yang berhasil mengharumkan nama daerah.
"Untuk juara pertama telah dianggarkan bonus sebesar Rp200 juta, juara kedua Rp150 juta, dan juara ketiga Rp100 juta. Ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah terhadap prestasi yang diraih para kafilah Riau," ucap Syahrial Abdi.
Pemerintah daerah berharap dana apresiasi yang disiapkan dari anggaran daerah ini dapat mendongkrak semangat bertanding para utusan Riau setelah melalui proses pembinaan dan pemusatan latihan yang panjang.
Dukungan senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi. Menurutnya, kompetisi Al-Qur'an tingkat nasional ini bukan sekadar ajang berburu gelar juara, melainkan ruang pembentukan karakter generasi muda Riau.
"MTQ bukan semata-mata ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membentuk generasi yang memiliki akhlak mulia. Karena itu, para kafilah harus menjadikan kesempatan ini sebagai bagian dari proses untuk terus belajar dan berkembang," tutur Muliardi.
Muliardi menambahkan, sinergi antara Pemprov Riau dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dalam membina para peserta menjadi modal utama kepercayaan diri kafilah saat tampil di Semarang nanti. Para utusan diminta bertanding secara maksimal, menjaga kesehatan, serta memelihara sportivitas selama perlombaan berlangsung. (Bil)