Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Lima Titik Minggu Ini


Selasa, 08 September 2026 - 08:53:34 WIB
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Lima Titik Minggu Ini

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah kembali menggelar operasi pasar murah di lima lokasi terpisah hingga Jumat (11/9/2026). Langkah ini diambil untuk mengendalikan angka inflasi daerah sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pokok di tingkat masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti menyampaikan bahwa pelaksanaan pekan ini tersebar di empat lokasi Kota Pekanbaru dan satu lokasi di Kabupaten Siak. Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak kemarin di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat.

"Hari ini operasi pasar digelar di Halaman Kantor Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya. Besok, Rabu 9 September, kita bergeser ke Halaman Kantor Lurah Sialang Rampai, Kecamatan Kulim," ujar Tetty Nurdianti, Selasa (8/9/2026).

Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke Kabupaten Siak pada Kamis (10/9/2026) di Halaman Kantor Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas. Hari terakhir pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (11/9/2026) di Halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim.

Operasi pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pangan pokok harian dengan harga terjangkau. Beras SPHP dijual seharga Rp60.000 per 5 kg, sementara beras premium seperti Anak Daro dan Sokan dilepas Rp84.500 per 5 kg atau Rp169.000 per 10 kg. Komoditas lain seperti gula pasir dijual Rp18.000 per kg, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam dapur mulai Rp2.000, serta telur ayam Rp49.000 per papan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta kestabilan harga pangan di masyarakat," kata Tetty Nurdianti.

Warga yang berminat membeli kebutuhan pokok diminta datang tepat waktu dan mengantre secara teratur. "Kami mengimbau warga agar membawa kantong belanja sendiri dari rumah guna mengurangi penggunaan kantong plastik," tutur Tetty Nurdianti. (Bil)