Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah didampingi Branch Manager BRK Syariah Cabang Pekanbaru Arifin Ahmad, Jon Hendri turun langsung menyapa nasabah. | Foto : hms
RIAUIN.COM— Hari Pelanggan di Kantor Cabang BRK Syariah Pekanbaru Arifin Ahmad, Jumat (4/9/2026), berlangsung tak hanya seremoni. Di balik cendera mata yang diberikan kepada nasabah, terselip percakapan, keluhan, hingga harapan yang disampaikan langsung kepada jajaran pimpinan.
Sejak pagi, nasabah yang datang mendapat sambutan berbeda. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah didampingi Branch Manager BRK Syariah Cabang Pekanbaru Arifin Ahmad, Jon Hendri turun langsung menyapa nasabah. Ucapan selamat Hari Pelanggan Nasional disampaikan sembari berdialog dengan nasabah. Bukan hanya menanyakan keperluan transaksi, keduanya juga menggali kebutuhan dan pengalaman nasabah selama menggunakan layanan Digital BRK Syariah.
Nasabah yang datang kemudian mendapatkan cendera mata sebagai bentuk apresiasi. Namun, perhatian tidak berhenti di sana. Setelah mendapatkan pelayanan, nasabah diminta menuliskan pesan dan kesannya terhadap BRK Syariah melalui sticky note. Catatan tersebut kemudian ditempelkan di sebuah papan yang telah disediakan khusus. Satu per satu tulisan muncul. Ada apresiasi, ada pengalaman, dan ada pula harapan yang ingin disampaikan kepada bank.
Salah satu momen yang paling terasa sisi humanisnya terjadi ketika seorang nasabah datang dalam kondisi kurang sehat. Melihat kondisi tersebut, Branch Manager Jon Hendri langsung memastikan nasabah mendapatkan layanan kursi roda agar tetap nyaman selama menunggu antrean.
Nasabah itu adalah Herdi, seorang pensiunan ASN. Ia datang bersama istri dan anaknya untuk mengurus pelimpahan porsi haji kepada sang anak. Keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatan Herdi yang tidak lagi memungkinkan dirinya berangkat menunaikan ibadah haji.
Di tengah kondisi fisiknya yang kurang sehat, beliau tetap datang ke kantor bank untuk menyelesaikan urusan administrasi haji. Pelayanan yang diterimanya pagi itu mendapat apresiasi. Sebagai nasabah lama BRK Syariah, Herdi mengaku selama ini merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. “Alhamdulillah, selama ini pelayanan BRK Syariah sangat baik,” ujarnya.
Namun, sebagaimana nasabah lainnya, ia juga membawa satu harapan. Herdi berharap jumlah mesin ATM BRK Syariah dapat diperbanyak. Menurutnya, keberadaan ATM yang lebih banyak akan sangat membantu nasabah, terutama masyarakat lanjut usia yang membutuhkan kemudahan ketika melakukan transaksi tunai.
“Kalau ATM diperbanyak, tentu akan lebih memudahkan, terutama bagi kami yang sudah tua. Kalau jumlahnya terbatas, kami harus mencari ATM yang lokasinya jauh,” katanya.
Harapan sederhana itu menjadi pengingat bahwa bagi nasabah, pelayanan perbankan bukan hanya soal apa yang terjadi di balik meja teller atau customer service. Kemudahan mengakses layanan di luar kantor cabang juga menjadi bagian penting dari pengalaman mereka.
Masih dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko BRK Syariah, Fajar Restu Febriansyah, mengatakan perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan setiap nasabah merupakan bagian dari komitmen BRK Syariah dalam memberikan layanan yang setara dan berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Menurutnya, pelayanan kepada nasabah tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk semua orang. Dalam kondisi tertentu, bank perlu memberikan dukungan dan fasilitas yang sesuai agar nasabah tetap memperoleh akses layanan secara layak dan nyaman.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh nasabah dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Ketika ada nasabah yang membutuhkan bantuan khusus, seperti karena kondisi kesehatan atau keterbatasan fisik, kami harus hadir dan memberikan kemudahan. Kursi roda yang langsung kami siapkan hari ini adalah salah satu bentuk perhatian sederhana, tetapi penting, agar nasabah tetap dapat memperoleh layanan dengan nyaman dan bermartabat,” kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Ia menegaskan, komitmen tersebut sejalan dengan ketentuan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, yang antara lain mengatur pemenuhan akses dan fasilitas layanan yang layak serta setara bagi konsumen penyandang disabilitas.
“Bagi kami, kepatuhan bukan hanya bagaimana memenuhi ketentuan secara administratif, tetapi bagaimana prinsip tersebut benar-benar terlihat dalam pelayanan sehari-hari. Kami ingin memastikan tidak ada nasabah yang merasa kesulitan mendapatkan layanan hanya karena kondisi fisik atau kebutuhannya.” Tuturnya.
Dia juga mengatakan, masukan yang disampaikan nasabah pada Hari Pelanggan Nasional juga menjadi bahan evaluasi bagi BRK Syariah untuk terus memperbaiki kualitas layanan, baik di kantor cabang maupun melalui layanan digital.
Hari Pelanggan Nasional, kata dia, menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara bank dan nasabah. “Kami ingin membangun hubungan yang lebih dari hanya hubungan antara bank dan nasabah. Ada kepercayaan yang harus kami jaga. Karena itu, apa yang disampaikan nasabah hari ini akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik.” Katanya.
Kegiatan Hari Pelanggan Nasional tersebut juga berlangsung di berbagai unit kantor BRK Syariah di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Di Kota Pekanbaru, jajaran manajemen turut hadir di sejumlah unit, antara lain Cabang Pekanbaru Utama, Cabang Pekanbaru Sudirman dan Cabang Pekanbaru Arifin Ahmad.
Cerita lainnya datang dari Juni Arnita. Juni datang bersama suaminya ke Kantor Cabang BRK Syariah Arifin Ahmad dengan keperluan menutup sejumlah rekening yang sudah tidak aktif. Keputusan itu bukan karena ia ingin meninggalkan BRK Syariah. Justru sebaliknya, ia masih memiliki beberapa rekening aktif di bank tersebut.
Menurut Juni, BRK Syariah memiliki berbagai pilihan produk tabungan. Karena beberapa rekening sudah tidak digunakan, ia memilih menutupnya untuk menghindari rekening menjadi dorman.
“Karena BRK Syariah memiliki berbagai macam jenis tabungan, untuk yang sudah tidak kami gunakan, kami pilih ditutup saja. Supaya tidak menjadi rekening dorman,” kata Juni.
Ia pun mengaku tidak memiliki keluhan berarti terkait pelayanan. “Sejauh ini, alhamdulillah, kami selalu dilayani dengan baik,” ujarnya.
Hari Pelanggan Nasional pun menjadi momentum bagi BRK Syariah untuk melihat layanan dari sudut pandang mereka yang setiap hari menggunakan produk dan jasa perbankan. Ada yang datang membawa kebutuhan administrasi. Ada yang datang karena urusan keluarga. Ada yang membutuhkan bantuan karena kondisi fisik. Ada pula yang datang membawa masukan tentang fasilitas.
Semuanya memiliki cerita. Dan pagi itu, BRK Syariah memilih untuk tidak hanya memberikan cendera mata. BRK Syariah memilih untuk mendengar. Sebab, bagi sebuah bank, pelanggan bukan hanya nama dalam sistem atau angka dalam laporan transaksi. Di balik setiap rekening, ada kebutuhan, harapan, dan kepercayaan yang harus terus dijaga. -rls, vie