Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03


Jumat, 04 September 2026 - 17:43:34 WIB
Kapal Terbalik di Selat Air Hitam Meranti, Petugas Fokus Cari Kru SB Four Brother 03

RIAUIN.COM - Tim SAR Gabungan yang dipimpin Satpolairud Polres Kepulauan Meranti melakukan penyisiran di perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (3/9/2026) sore. Langkah ini diambil usai armada SB Four Brother 03 terbalik dan karam setelah dihantam SB Eagle 11 sekitar pukul 15.10 WIB.

Insiden bermula saat SB Eagle 11 bertolak usai berlayar dari Pelabuhan Mengkapan Tanjung Buton, Siak, dan sempat memperbaiki busi di Bengkel Akian. Kapal yang membawa lima penumpang ini kemudian bergerak mengisi bahan bakar di Anjungan Pendapatan Minyak Solar (APMS) Selatpanjang.

Namun, baru 10 menit berlayar membelah Selat Air Hitam di titik koordinat N 1.0205° dan E 102.7066°, kecelakaan fatal terjadi. SB Eagle 11 bertabrakan keras dengan SB Four Brother 03 yang berada di posisi lambung kirinya.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita menyatakan jajarannya langsung bergerak cepat menuju lokasi insiden sesaat setelah menerima laporan darurat.

"Hanya kurun waktu sekitar satu menit setelah laporan diterima, personel kepolisian sudah berada di lokasi untuk menyisir area dan mengupayakan tindakan penyelamatan," kata AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, Jumat (4/9/2026).

Kondisi kapal SB Four Brother 03 yang dihantam dari samping langsung terbalik di tengah laut. Serpihan dan perlengkapan kapal tampak mengapung liar di atas permukaan air.

"Sesampainya di lokasi, petugas mendapati SB Four Brother 03 sudah dalam kondisi terbalik. Berbagai barang milik kapal terapung dan berserakan di permukaan air, mulai dari kursi kapal, empat busa alas duduk, lifebuoy, life jacket, kayu palet, hingga sepasang sandal," terang AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Hingga saat ini, fokus utama tim gabungan tertuju pada operasi pencarian kru SB Four Brother 03 yang hilang terbawa arus perairan.

"Fokus utama petugas kini pada keselamatan nyawa para kru yang belum ditemukan. Penyisiran intensif terus dilakukan di sekitar radius titik tubrukan. Sementara itu, penyebab pasti pemicu terjadinya tabrakan antar kapal tersebut masih dalam penyelidikan," ujar AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita.

Untuk mempercepat proses pencarian, Satpolairud Polres Kepulauan Meranti terus berkoordinasi erat dengan pihak Syahbandar, Basarnas, dan Pos TNI AL Kabupaten Kepulauan Meranti. (Bil)