RIAUIN.COM - Rekayasa lalu lintas di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai (Simpang SKA) Pekanbaru mulai direalisasikan. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan penutupan traffic light di lokasi rawan macet tersebut dapat diberlakukan sebelum memasuki tahun 2027.
Langkah ini diawali dengan pelebaran ruas Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di area sekitar Rumah Sakit Hermina. Pemerintah setempat menyiapkan masing-masing jalur menjadi empat lajur untuk menampung volume kendaraan.
Pekerjaan fisik pelebaran jalan segera berjalan setelah proses pemindahan vegetasi di sepanjang lokasi selesai dikerjakan oleh instansi terkait.
"Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran," ujar Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, Kamis (3/9/2026).
Zulfahmi menjelaskan bahwa penataan akses jalan ini dirancang cukup luas guna memastikan kelancaran arus kendaraan saat pengalihan arus diterapkan.
"Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur, dengan masing-masing 4 lajur," kata Zulfahmi.
Seluruh rangkaian pengerjaan ditargetkan rampung sepenuhnya pada penghujung tahun ini agar skema penutupan persimpangan dapat langsung diuji coba.
"Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA," tutur Zulfahmi.
Penutupan persimpangan dan pelebaran jalan ini diambil sebagai solusi permanen atas keluhan masyarakat terkait kemacetan parah yang kerap terjadi di kawasan bisnis tersebut, terutama pada jam padat dan akhir pekan.
"Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam-jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga," sebut Zulfahmi. (Bil)