PASIRPENGARAIAN, Riauin.com - Harga jual beras di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sejak beberapa hari ini mulai merangkak naik. Hal ini terlihat pada penjualan di pasar Moderent Kampung Padang Kecamatan Rambah Rohul senin (15/1) siang.
AKemudoan juga dari hasil pantauan di sejumlah pasar kenaikan beras juga terjadi pada beras asal Palembang, Sumatara Barat dan Sumatra Utara, dimana kenaikan harga beras inipun mulai membuat warga di Rohul menjerit ditengah ekonomi masyarakat yang serba sulit.
Kenaikan Harga beras ini terjadi dikisaran 10 persen dari harga normal. untuk beras asal sumut, seperti CML naik dari Rp100 ribu menjadi Rp108 ribu per 10 kg. kenaikan juga terjadi pada beras asal sumut, seperti beras jenis kuku balam yang naik dari Rp. 115 ribu menjadi 120 ribu per 10 kg.
Untuk beras dari palembang seperti beras merek Topi Koki, naik dari Rp 105 ribu menjadi Rp. 123 ribu per 10 kg. demikian juga beras asal palembang lainya seperti jenis mawar yang naik dari Rp. 110 Ribu menjadi Rp. 125 ribu per 10 kg. beras anak daro dari sumatera barat, naik dari Rp.110 ribu menjadi Rp. 125 ribu per 10 kg.
Menurut Pedagang, kenaikan harga beras ini masih terbilang wajar. hal ini mengingat, sebagian besar petani saat ini belum melakukan panen raya.
“Kalau harga beras, memang agak naik dalam beberapa bulan ini, tetapi kenaikan itu masih dalam batas kewajaran, dikarenakan sebagian besar petani, belum panen raya, tetapi biasanya, harga beras itu akan turun setelah sejumlah daerah pemasok beras panen raya†kata Pedagang Beras, Aminah, Senin (15/1/2018) di Pasir Pengaraian.
Disinggung terkait rencana pemerintah untuk melakukan impor beras guna menstabilkan harga beras ini, sebagai pedagang, Aminah tidak mempermasalahkanya.
“Kalau memang ada beras impor ya kita terima, kita kan hanya sebagai penjual pak,†kata Aminah.
Kenaikan harga beras di Rokan hulu ini justru mulai membuat warga di Pasirpengaraian menjerit. Pasalnya, kenaikan harga beras ini, terjadi ditengah kondisi ekonomi warga, yang masih sulit, serta naiknya harga kebutuhan pokok lainya.
“Ya, kenaikan beras ini sangat memberatkanlah, soalnyakan barang-barang kebutuhan pokok lain, seperti cabe juga naik, apalagi pendapatan tidak naik, sementara harga naik†keluh Yusmarita, Minggu (14/1/2018) salah seorang Warga Pasir Pengaraian.
Yusmarita mengaku, untuk menyikapi kenaikan beras serta harga kebutuhan pokok lainya, dirinya terpaksa harus berhemat agar kebutuhan keluarga lainya bisa terpenuhi.***(yus]