Pengawasan Lahan Bekas Karhutla Diperketat, Plt Gubri Warning Pelaku Pembakaran


Senin, 31 Agustus 2026 - 14:54:09 WIB
Pengawasan Lahan Bekas Karhutla Diperketat, Plt Gubri Warning Pelaku Pembakaran

RIAUIN.COM - Aparat penegak hukum yang terdiri dari Polda Riau, Kejaksaan, dan TNI mulai memperketat pengawasan di area bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memasang palang larangan aktivitas. Langkah ini diambil untuk mencegah pembukaan maupun pemanfaatan lahan secara ilegal pascapemadaman.

Penegakan hukum dan pengetatan pengawasan tersebut menjadi fokus utama pemerintah daerah guna memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran lahan di wilayah Riau.

"Penegakan hukum berjalan tegas dari Polda Riau, Kejaksaan, hingga TNI. Di lahan-lahan bekas terbakar tersebut kini dipasang palang yang tertulis aturan-aturan. Ini terus kita tambah dan sempurnakan dengan pasal-pasal KUHP baru," kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Senin (31/8/2026).

SF Hariyanto menegaskan bahwa pemerintah mengawasi secara total seluruh area yang pernah terbakar. Pihaknya melarang keras adanya aktivitas bercocok tanam atau kegiatan apa pun di atas lahan tersebut.

"Lahan bekas kebakaran diawasi total dan tidak boleh ada yang melakukan aktivitas penanaman. Jika ditemukan ada yang menanam di sana, maka dialah yang dianggap membakar atau membuka lahan tersebut dan sanksi tegas akan diberlakukan," ujar SF Hariyanto.

Selain upaya penegakan hukum di hilir, penanganan karhutla di Riau juga didukung oleh perpanjangan jam kerja Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Satgas udara memaksimalkan penyemaian garam hingga larut malam guna memicu hujan buatan di titik-titik rawan.

"Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan juga luar biasa. Satgas udara terus menaburkan garam setiap hari tanpa mengenal malam jika potensi awan terlihat. Bahkan kalau sebelumnya hanya sampai jam 9 malam, saat ini jam 11 malam juga dilakukan penaburan garamnya," tutur SF Hariyanto.

Sinergi antara satgas darat, satgas udara, dan masyarakat kini membuahkan hasil dengan berkurangnya kabut asap serta terkendalinya titik api di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Pekanbaru.

"Kita semua mengetahui bahwa kondisi cuaca saat ini sudah membaik, khususnya di Kota Pekanbaru dan beberapa kabupaten/kota di Riau. Inilah wujud nyata dari sinergi, koordinasi, dan gotong royong sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Presiden," kata SF Hariyanto.

Ia menambahkan bahwa area yang sebelumnya sulit dijangkau oleh petugas akibat medan berat kini sudah berhasil dipadamkan.

"Alhamdulillah, lahan yang kemarin sempat terbakar saat ini sudah berhasil kita atasi. Memang kemarin kita sempat kesulitan menyelesaikan api di area yang sangat berat, berkat gotong royong satgas darat dan udara kondisi sudah terkendali aman," ucap SF Hariyanto.

Menurutnya, keberhasilan mengatasi bencana lingkungan ini terletak pada kerja sama lintas sektor tanpa mengedepankan ego sektoral.

"Kata kuncinya adalah gotong royong, di sini tidak ada yang merasa paling hebat, paling kuat atau paling mampu. Yang ada hanyalah satu hal kita bekerja secara kolaboratif untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan," pungkas SF Hariyanto. (Bil)