Tim Gabungan Fokus Basmi Bara Gambut Karhutla Kerumutan


Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:34:57 WIB
Tim Gabungan Fokus Basmi Bara Gambut Karhutla Kerumutan

RIAUIN.COM - Tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini memusatkan perhatian pada penyisiran bara di bawah lapisan gambut Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Langkah ini diambil setelah pergerakan api utama berhasil disekat total oleh petugas di lapangan.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengonfirmasi bahwa penanganan di lokasi kebakaran telah memasuki fase pendinginan.

“Kondisi TKP sudah tersekat. Posisi saat ini tahapan mopping up,” kata Muhammad Ilham Sidik, Kamis (27/8/2026) malam.

Penyisiran mendalam terus dilakukan karena karakteristik tanah gambut yang rentan menyimpan panas meski permukaan luar tampak padam. Petugas menyasar titik-titik krusial guna mengantisipasi kemunculan titik api baru akibat tiupan angin.

“Target pengerjaan penyerangan terhadap bara api yang tersisa di bawah lapisan gambut,” ujar Muhammad Ilham Sidik.

Mengenai total area terdampak, pihak Manggala Agni belum merilis angka pembaruan resmi. Pengukuran pasti masih menunggu hasil analisis navigasi udara dan teknologi penginderaan jauh.

“Estimasi lahan terbakar belum kita lakukan perhitungan kembali. Besok baru ada update citra satelit untuk data terbarunya,” jelasknya.

Pada pendataan awal tanggal 24 Agustus 2026, luasan area yang terbilang hangus mencapai 702 hektare. Kala itu, upaya pemadaman menghadapi kendala besar akibat cuaca panas ekstrem, angin kencang, serta tebalnya vegetasi yang mudah terbakar. Akses ke lokasi bahkan harus dibuka menggunakan alat berat excavator seraya mengoptimalkan pencucian kanal air.

Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, Damkar Pelalawan, Dinas Kehutanan Riau, KPH Sorek, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga tim pemadam milik perusahaan swasta.

Petugas terus bersiaga di lokasi hingga tanah gambut dipastikan benar-benar dingin dan tidak berpotensi menyalakan kembali kobaran api.

“Besok kegiatan mopping up akan dilanjutkan,” kata Muhammad Ilham Sidik. (Bil)