Hotspot Riau Menyusut Jadi 69 Titik, BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Daerah


Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:48:52 WIB
Hotspot Riau Menyusut Jadi 69 Titik, BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sejumlah Daerah

RIAUIN.COM - Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kota Pekanbaru melandai ke angka 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³) atau masuk kategori sedang pada Kamis (27/8/2026) pagi. Penurunan tingkat polusi ini terjadi setelah gerimis membasahi wilayah setempat, memulihkan kualitas udara yang beberapa hari sebelumnya sempat menyentuh level tidak sehat hingga berbahaya.

"Suhu udara diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-98 persen," kata Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Yasir P.

Selain membaiknya kualitas udara, jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau menyusut menjadi 69 titik dari total 1.741 titik yang terdeteksi di seluruh wilayah Sumatra. Sebaran titik panas di Riau berada di Indragiri Hilir sebanyak 22 titik, Pelalawan 21 titik, Indragiri Hulu 16 titik, Siak delapan titik, dan Kuantan Singingi dua titik.

Sumatra Selatan masih mendominasi sebaran titik panas di Sumatra dengan 1.090 titik, disusul Bangka Belitung 264 titik, Lampung 155 titik, Aceh 91 titik, dan Jambi 51 titik. BMKG mencatat arah angin di Riau saat ini bertiup dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Sementara itu, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam," jelas Yasir P.

Potensi hujan ringan hingga sedang mulai terbuka di sejumlah area sejak pagi hingga malam hari, meliputi wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pekanbaru. Meski demikian, BMKG tetap meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi di beberapa tempat.

"Cuaca tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Kota Pekanbaru pada sore hingga malam serta dini hari," ungkap Yasir P mengenai peringatan dini hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kombinasi antara penurunan jumlah titik panas dan potensi hujan yang merata ini diharapkan memicu percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. (Bil)