Cegah Pemadaman Se-Sumatera, PLN dan Pemprov Riau Siagakan Jalur Transmisi Listrik


Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:57:19 WIB
Cegah Pemadaman Se-Sumatera, PLN dan Pemprov Riau Siagakan Jalur Transmisi Listrik

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersiap memperketat pengawasan sebaran titik api (hotspot) di sekitar jalur transmisi utama milik PLN. Langkah ini diambil guna mencegah berulangnya krisis kelistrikan hebat yang berpotensi memicu pemadaman listrik meluas hingga ke wilayah Aceh.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan, Pemprov Riau bersama satuan tugas gabungan siap mengamankan objek vital nasional tersebut dari bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pihaknya meminta manajemen PLN segera memetakan wilayah rawan gangguan.

"Pihak Pak GM PLN berikan saja titik-titik koordinat yang rawan itu tadi. Sampaikan saja langsung, biar kami dapat memantau objek tersebut. Jika ada terdeteksi hotspot di sekitar sana, kami akan koordinasikan tim supaya kita bisa mewaspadai bersama," kata SF Hariyanto saat menerima audiensi PLN di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Rabu (26/8/2026).

SF Hariyanto menambahkan bahwa penanganan karhutla di wilayahnya selalu mengandalkan sinergi lintas sektor, termasuk penerapan teknologi modern. Pemprov Riau juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga kondisi wilayah tetap terkendali.

"Penanganan karhutla di Riau ini selalu dilakukan dengan kolaborasi bersama pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat. Operasi modifikasi cuaca juga kita lakukan. Alhamdulillah, kondisi sekarang hujan sudah mulai turun di beberapa daerah," ujarnya.

Ancaman karhutla terhadap keandalan pasokan listrik regional sebelumnya diungkapkan oleh General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan. Ia membeberkan bahwa gangguan pada transmisi di Riau berdampak sistemik karena posisi wilayah ini sebagai backbone atau tulang punggung jaringan kelistrikan Pulau Sumatera.

"Minggu lalu, sempat ada titik api yang jalurnya hampir dekat dengan transmisi tetapi sudah bisa teratasi. Hal ini tentu membuat kami cukup deg-degan karena jika gangguan transmisi dampaknya tidak hanya dirasakan di Riau, melainkan bisa meluas hingga ke Aceh," ungkap Elvanto.

Kewaspadaan tinggi ini didasari oleh pengalaman pahit bencana karhutla dahsyat pada 2015 silam. Kala itu, pekatnya asap tidak hanya mengganggu jaringan transmisi penyuplai daya, tetapi juga merusak komponen kritis pada mesin pembangkit listrik.

"Kami teringat kejadian pada tahun 2015. Waktu itu terjadi bencana asap yang lumayan besar. Dampaknya tidak hanya mengganggu jaringan transmisi, tetapi juga mempengaruhi pembangkitan karena filter-filter mesin pembangkit menjadi kotor tertutup asap. Akibatnya, daya harus diturunkan dan memicu pemadaman listrik di Riau," jelas Elvanto.

Melalui kerja sama pengawasan titik koordinat ini, PLN berharap deteksi dini dan respons cepat di lapangan dapat memutus potensi bahaya sebelum api mendekati kabel maupun tower transmisi utama. (Bil)