Puluhan Hektare Kebakaran Gambut HPK Inhu Dipadamkan, Bara Api Masih Tersembunyi


Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:54:18 WIB
Puluhan Hektare Kebakaran Gambut HPK Inhu Dipadamkan, Bara Api Masih Tersembunyi

RIAUIN.COM - Tim gabungan berhasil memadamkan 50,2 hektare dari total 471,39 hektare lahan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) yang terbakar di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Meski demikian, hingga hari ke-22 operasi pemadaman, potensi kemunculan titik api baru masih tinggi akibat bara yang menyusup ke dalam lapisan tanah gambut.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengonfirmasi luasnya area terdampak serta capaian pemadaman terkini di lapangan.

"Luas terbakar 471,39 hektare dan luas yang sudah dipadamkan 50,2 hektare," ujar Muhammad Ilham Sidik pada Senin (24/8/2026) malam.

Untuk menahan laju penyebaran api, Manggala Agni membagi kekuatan personil ke beberapa sektor strategis, berkolaborasi dengan jajaran BPBD, TNI, serta Polri.

"Hari ini, Manggala Agni membagi waktu untuk memperkuat penanganan di sejumlah titik. Tim 1 ditempatkan di bagian timur area embung 27, sementara Tim 2 bergerak di bagian timur area embung 26," kata Ilham.

Personil BPBD bersama anggota TNI fokus melakukan penanganan di bagian utara kawasan embung 18, sementara personel Polri bersiap menahan pergerakan ekor api di bagian selatan.

Perjuangan tim di lapangan diuji oleh medan yang sangat ekstrem. Petugas harus mengangkut peralatan pemadaman menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer, dilanjutkan dengan berjalan kaki menerobos semak belukar padat sejauh 1,5 kilometer untuk mencapai titik api.

Tebalnya asap yang mengepung lokasi juga memangkas jarak pandang petugas secara drastis, sehingga pencarian sumber api menjadi kian rumit.

"Kabut asap menyulitkan untuk membedakan sumber titik api setempat karena terhalang kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," ungkap Ilham.

Guna mendukung percepatan pemadaman, Manggala Agni mengoperasikan satu unit mesin Mark-3, dua unit mesin Mini Striker, puluhan rol selang penyalur berbagai ukuran, dua unit Y Connector, serta empat unit nozzle.

Mengingat banyaknya bahan bakar kering dan bara api yang tersisa di bawah akar pohon, operasi pendinginan (mopping up) belum dapat diselesaikan sepenuhnya dan berlanjut hingga Selasa (25/8/2026).

"Tim gabungan masih berupaya memastikan bara-bara yang tersisa dapat ditemukan dan dipadamkan agar tidak berkembang menjadi titik api baru," pungkasnya. (Bil)