Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Tembus 1.948 Pasien, Dinkes Siagakan Puskesmas


Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:12:30 WIB
Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Tembus 1.948 Pasien, Dinkes Siagakan Puskesmas

RIAUIN.COM - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau menembus angka 1.948 penderita berdasarkan data akumulatif Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026. Selain ISPA, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut juga memicu 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit, dan 16 kasus konjungtivitis.

Guna mengantisipasi lonjakan pasien, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menyiagakan tim layanan darurat dan pasokan oksigen.

"Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas," kata Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, Selasa (25/8/2026).

Pemantauan harian Dinkes Riau di empat daerah terdampak—Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, dan Siak—mencatat 445 kasus ISPA tambahan sepanjang 19 hingga 22 Agustus 2026. Rinciannya meliputi 211 kasus pada 19 Agustus, 71 kasus pada 20 Agustus, 108 kasus pada 21 Agustus, dan 55 kasus pada 22 Agustus.

Kota Pekanbaru menjadi wilayah penyumbang terbanyak dalam rentang waktu tersebut dengan 177 kasus, disusul Pelalawan 106 kasus, Kampar 61 kasus, dan Siak 22 kasus.

Meski angka kasus tergolong tinggi, Zulkifli menilai grafiknya belum menunjukkan lonjakan ekstrem. Pihaknya kini memperketat mitigasi pada kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia, khususnya di wilayah terdampak parah seperti Pelalawan.

"Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi, dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin," ujar Zulkifli.

Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup ventilasi saat asap pekat, serta menggunakan masker jika harus bepergian.

"Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker," tuturnya.

Dinkes Riau meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sesak napas, mata perih, atau mual akibat paparan asap. (Bil)