Peta Kekuatan Perdelapan Final Pacu Jalur 2026: Siapa Layak ke Grand Final?


Ahad, 23 Agustus 2026 - 12:57:06 WIB
Peta Kekuatan Perdelapan Final Pacu Jalur 2026: Siapa Layak ke Grand Final?

Foto: Bintang Emas Cahaya Intan 2023

 

Laporan: Hendrianto.

RIAUIN.COM— Babak perdelapan final ajang Pacu Jalur Tradisional 2026 di Gelanggang Tepian Narosa, Teluk Kuantan, menggelar tujuh laga seru pada Minggu siang, 23 Agustus 2026.

Pertandingan penentu menuju babak semifinal dan partai puncak (grand final) ini berlangsung di tengah kondisi cuaca dengan angin tenang serta arus Sungai Kuantan yang cenderung tenang, namun beriak saat haluan jalur membelah lintasan.

Kondisi sungai yang minim hambatan angin dan arus stabil ini menuntut efisiensi kayuhan, aerodinamika jalur, serta ketahanan fisik anak pacu. Berdasarkan hasil undian resmi panitia, berikut prediksi peta kekuatan pada laga perdana siang ini:

1. Putri Anggun Sibiran Tulang vs Panglimo Rimbo Piako.

Putri Anggun Sibiran Tulang di posisi kiri mengandalkan kecepatan start untuk menekan lawan sejak pancang awal. Sementara itu, Panglimo Rimbo Piako di posisi kanan unggul dalam konsistensi ritme kayuhan di bagian akhir lintasan.

2. Ratu Sialang vs Toduang Biso Rimbo Piako.

Laga kedua menghadirkan dari daerah Kuantan Mudik. Ratu Sialang berbekal pengalaman dan stabilitas jalur saat melintasi pancang pemisah, sedangkan Toduang Biso Rimbo Piako mengandalkan keunggulan daya genjot anak pacu yang merata.

3. Panglima Indragiri Dubalang Hitam vs Bintang Emas Cahaya Intan 2023.

Panglima Indragiri Dubalang Hitam membawa ketahanan fisik khas jalur Indragiri Hulu. Di sisi lain, Bintang Emas Cahaya Intan 2023 mengandalkan kecermatan taktik pengatur ritme kayuhan di tengah air sungai yang tenang.

4. Kalojengking Tigo Jumbalang vs Pangeran Hilir Rantau Kuantan.

Kondisi air tenang diuntungkan oleh Kalojengking Tigo Jumbalang yang mengandalkan teknik kayuhan berfrekuensi tinggi. Laga ini berhadapan dengan Pangeran Hilir Rantau Kuantan asal Cerenti yang unggul dalam aerodinamis konstruksi serta daya dorong air di 200 meter terakhir.

5. Rajo Bujang vs Panglimo Hitam Bintang Nagoghi

Jalur unggulan asal Pangean, Rajo Bujang, mengandalkan ketenangan mental dan eksekusi sprint akhir. Jalur ini ditantang oleh Panglimo Hitam Bintang Nagoghi yang agresif dengan ledakan tenaga di pertengahan lintasan.

6. Sari Jadi Gementar Alam vs Panglima Tasik Indang Bunian.

Sari Jadi Gementar Alam mengandalkan keselarasan dorongan pendayung inti di barisan tengah. Sementara Panglima Tasik Indang Bunian unggul dalam efisiensi kayuhan saat membelah riak air lintasan.

7. Alam Cahayo Tuah Nagoghi (BYE).

Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dipastikan melangkah ke babak berikutnya tanpa bertanding setelah mendapat hasil bye pada undian nomor urut ketujuh. Hasil ini memberikan keuntungan kebugaran fisik bagi tim sebelum berlaga di semifinal.

Panitia pelaksana mengonfirmasi seluruh laga babak perdelapan final hingga grand final diselesaikan sore ini untuk menentukan pemenang utama yang berhak memboyong piala kejuaraan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026.(***)