Oknum pendatang pamer tuak di atas Perahu Jalur
Pamer Minuman Keras Saat Pacu Jalur Pemicu Amarah Warga, Organisasi Kedaerahan Sampaikan Permohonan Maaf
Laporan: Hendrianto.
RIAUIN.COM— Aksi seorang pendatang yang memamerkan minuman keras diduga tuak saat perhelatan tradisi Pacu Jalur di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, memicu reaksi keras dari masyarakat adat dan warganet.
Perbuatan tersebut dinilai melecehkan norma adat Melayu serta mencoreng sakralitas festival budaya tahunan tersebut.
Video aksi tersebut beredar luas di media sosial dan mendulang gelombang kecaman. Warganet menilai tindakan pelaku sama sekali tidak menghormati kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
"Hargai orang-orang Kuansing, jangan kau pamer tuak. Cukup di daerah kau pamer," tulis akun Monster Cip dalam kolom komentar.
Nada serupa disuarakan akun Jey Dongyi, "Pamer tuak kau di bumi Melayu ini." Sementara akun Sukarni Dwt mengkritik keras, "Misi sukses menginjak tradisi Kuansing."
Menanggapi insiden tersebut, Reporter Pacu Jalur Kuansing, Darwis, meminta panitia dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
"Jika terbukti, usir oknum tersebut dari Tepian Narosa karena sudah mencoreng tradisi kebanggaan Kuansing," ujar Darwis.
Menurutnya, arena Tepian Narosa merupakan gelanggang adat yang sakral dan menuntut kesopanan dari setiap pengunjung maupun peserta.
Bagi warga Kuansing, Pacu Jalur bukan sekadar atraksi olahraga, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat dengan ritual adat—mulai dari proses manebang kayu hingga melayur jalur—yang melambangkan marwah masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat lokal, Jhon, menegaskan agar setiap pendatang senantiasa menghargai aturan adat di arena gelanggang.
"Tepian Narosa ini gelanggang adat, bukan tempat untuk bertindak semena-mena. Siapa pun yang datang, tolong ingat peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan nodai tradisi kebanggaan kami dengan perilaku yang tidak beretika," tegas Jhon warga desa Sawah, Kuantan Tengah.
Merespons gejolak publik yang memanas, Ketua Pemuda Batak Kuansing (PBK), Hardianto Manik, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui tayangan video resmi.
Ia menyampaikan penyesalan mendalam kepada tokoh masyarakat, para ninik mamak, serta seluruh warga Kuansing atas tindakan oknum pendatang tersebut.
Melalui klarifikasi ini, Hardianto berharap ketegangan dapat segera diredam, kondusivitas perhelatan Pacu Jalur tetap terjaga, serta hubungan toleransi antaretnis di Kabupaten Kuantan Singingi terus terjalin dengan harmonis. (***)