Pemprov Riau Pantau Karhutla via Dashboard Lancang Kuning Usai Terbitkan Maklumat Larangan Bakar Lahan


Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51:12 WIB
Pemprov Riau Pantau Karhutla via Dashboard Lancang Kuning Usai Terbitkan Maklumat Larangan Bakar Lahan

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda mengoptimalkan penggunaan teknologi pemantauan jarak jauh melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning guna mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) secara cepat di seluruh wilayah Riau.

Langkah pemantauan digital ini memperkuat komitmen penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah diterbitkannya maklumat bersama yang melarang aktivitas pembakaran hutan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menjelaskan bahwa integrasi teknologi pemantauan tersebut terhubung langsung ke berbagai instansi penegak hukum dan penanggulangan bencana di tingkat daerah.

"Kami di sini ada Dashboard Lancang Kuning. Jadi di Polda, Kodam, Kantor Gubernur, hingga BPBD ada aplikasi itu sehingga kami bisa memantaunya. Begitu nampak ada hotspot, kami segera mengirim tim ke sana," ujar SF Hariyanto saat berada di Polda Riau, Kamis (20/8/2026).

Pemanfaatan sistem pemantauan terpadu ini sejalan dengan penegasan aturan hukum yang tertuang dalam maklumat resmi. Dokumen kesepakatan tersebut disusun bersama oleh Pemprov Riau, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, hingga Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk menghentikan praktik pembakaran lahan secara ilegal.

"Kami telah mengeluarkan maklumat agar tidak membakar hutan. Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota, Pak Kapolda, Pak Pangdam, tokoh masyarakat, dan Lembaga Adat Melayu Riau juga mengimbau masyarakat bahwa kebakaran hutan itu sangat membahayakan," kata SF Hariyanto.

Ia menekankan bahwa maklumat tersebut menjadi dasar operasional bagi seluruh elemen penegak hukum dan petugas lapangan saat merespons laporan potensi kebakaran, sehingga setiap titik api dapat dipadamkan sebelum meluas.

"Nah, maklumat inilah yang pemerintah, lembaga, dan organisasi pegang bersama. Kalau misal ada terjadi satu atau dua permasalahan dalam wilayah ini kita langsung menanganinya," tegasnya.

Pencegahan karhutla di lapangan mengandalkan kesiapsiagaan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat. Respon cepat dari tim terpadu dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

"Alhamdulillah, kami berkolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, Manggala Agni hingga juga masyarakat di Provinsi Riau terus menggalakkan jangan membakar hutan. Kita terus berkoordinasi untuk menjaga situasi," pungkas SF Hariyanto. (Bil)