Polisi Buru Sopir Terios Modifikasi Pembawa Jeriken BBM yang Meledak di SPBU Pelalawan


Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:02:45 WIB
Polisi Buru Sopir Terios Modifikasi Pembawa Jeriken BBM yang Meledak di SPBU Pelalawan

RIAUIN.COM - Kepolisian Reserse Pelalawan terus memburu sopir mobil Daihatsu Terios bernama Ari yang melarikan diri usai kendaraannya meledak dan membakar SPBU nomor 14.284.633 di Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan. Insiden pada Jumat (14/8/2026) tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menguatkan dugaan praktik pelangsiran. Polisi menemukan interior mobil telah dimodifikasi dengan meretas kursi baris kedua dan ketiga untuk mengangkut kerangka drum serta belasan jeriken BBM. Ledakan dari kendaraan ini menghanguskan dua unit pompa pengisian dan bangunan utama SPBU.

"Para petugas SPBU sudah kita periksa perihal kebakaran yang diduga akibat aktivitas pelangsir BBM," kata Kanit II Tipidter Satreskrim Polres Pelalawan Iptu Asbon Mairizal, Minggu (16/8/2026).

Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Abdul Nasib, yang berada di lokasi saat kejadian menyaksikan langsung kobaran api beserta tumpukan jeriken di dalam kabin kendaraan. Ia menyayangkan respons pengelola SPBU, PT Patra Riau Mandiri, yang dinilai mengabaikan indikasi kecurangan tersebut.

"Saya ada di lokasi kejadian. Memang mobil yang terbakar itu membawa jeriken berisi bahan bakar minyak," ungkap Abdul Nasib, Senin (17/8/2026).

Abdul Nasib menambahkan bahwa pihak pengelola terkesan membatasi diri pada penanganan musibah teknis semata. "Saat saya tanyakan, jawaban pihak SPBU hanya fokus kepada musibah kebakaran yang terjadi. Tanpa merespon dugaan pelangsir BBM oleh mobil yang terbakar itu," tutur politisi Gerindra tersebut.

DPRD Pelalawan mendesak penindakan tegas terhadap pelaku penimbunan dan berencana memanggil pihak Pertamina serta BP MIGAS untuk mengevaluasi sistem pengawasan pengisian BBM di lapangan. Sementara itu, warga Pelalawan berharap proses hukum berjalan transparan mengingat maraknya praktik pelangsiran kerap memicu kelangkaan dan antrean panjang BBM bersubsidi. (Bil)