Asap Karhutla Berpotensi Nyeberang ke Negara Tetangga, Pemprov Riau Minta Warga Tak Bakar Lahan


Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:02:41 WIB
Asap Karhutla Berpotensi Nyeberang ke Negara Tetangga, Pemprov Riau Minta Warga Tak Bakar Lahan

RIAUIN.COM - Pemerintah Provinsi Riau menyoroti potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa meluas hingga melintasi batas negara akibat fenomena El Nino kuat. Masyarakat diminta menghentikan aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar karena ada konsekuensi hukum yang menanti.

Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrim yang kian mengering memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.

"Kita malu di negara tetangga kalau asapnya sampai ke sana. Nah, ini makanya kita minta kepada masyarakat agar jangan membakar lahan," ujar SF Hariyanto, Jumat (14/8/2026).

SF Hariyanto menambah ancaman sanksi bagi para pelaku pembakaran lahan sudah diatur tegas dalam aturan pemerintah dan maklumat resmi yang disebarkan.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, apalagi di tengah kondisi El Nino seperti saat ini. Kita sudah mengeluarkan maklumat, ini bisa berdampak hukum dan merugikan masyarakat seluruhnya," tegasnya.

Instruksi tegas ini sejalan dengan langkah pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 pada 10 Agustus 2026 yang merinci larangan total pembukaan lahan dengan cara membakar. Edaran tersebut menginstruksikan pemerintah daerah memperketat patroli, pengawasan, hingga penindakan hukum di lapangan.

Dalam upaya pemadaman darat dan udara, Pemprov Riau bersama Forkopimda menerjunkan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api.

Guna memperkuat satgas udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengirimkan armada pemadam tambahan ke wilayah Riau.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB yang telah menambahkan helikopter water bombing dari lima unit menjadi enam unit," kata SF Hariyanto.

Meskipun armada penanganan udara bertambah, pencegahan di tingkat tapak tetap menjadi kunci utama penanggulangan karhutla. Masyarakat diminta langsung melaporkan ke petugas terdekat jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran di lingkungan sekitar. (Bil)