Tuah Madani dan Marpoyan Damai Jadi Penyumbang Kasus DBD Tertinggi di Pekanbaru


Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:09:37 WIB
Tuah Madani dan Marpoyan Damai Jadi Penyumbang Kasus DBD Tertinggi di Pekanbaru

RIAUIN.COM - Kecamatan Tuah Madani memimpin sebaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru hingga akhir Juli 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat wilayah tersebut menyumbang 86 kasus, disusul Kecamatan Marpoyan Damai dengan 85 kasus dari total akumulasi 534 kasus di seluruh kota.

Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi, mengonfirmasi bahwa dari total penderita tersebut, satu warga Tuah Madani dilaporkan meninggal dunia.

"Pihak kami saat ini tengah menjalankan prosedur penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui pemicu utama kematian pasien tersebut," ujar Deddy Sambudi, Rabu (12/8/2026).

Selain Tuah Madani dan Marpoyan Damai, sebaran kasus juga terkonsentrasi di Kecamatan Bukit Raya dengan 66 kasus, Binawidya 44 kasus, Tenayan Raya 44 kasus, Payung Sekaki 39 kasus, Rumbai 33 kasus, serta Rumbai Timur 32 kasus.

Sementara itu, wilayah Limapuluh mencatat 31 kasus, Kulim 28 kasus, serta Sail dan Rumbai Barat masing-masing 11 kasus. Adapun Kecamatan Senapelan dan Sukajadi mencatat masing-masing 10 kasus, serta Pekanbaru Kota sebanyak 4 kasus.

Meski akumulasi kasus terbilang tinggi, Deddy Sambudi memastikan seluruh pasien yang sempat menjalani perawatan kini telah pulih total.

"Seluruh pasien DBD yang sebelumnya dirawat saat ini telah dinyatakan sembuh. Sudah tidak ada lagi pasien terinfeksi DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit," tutur Deddy Sambudi.

Untuk mencegah penularan susulan, Dinkes Kota Pekanbaru menggencarkan tindakan pengasapan (fogging) di area terdampak serta menggerakkan petugas lapangan untuk memberantas jentik nyamuk. Pemko Pekanbaru turut mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti," tegas Deddy Sambudi. (Bil)