Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla 12 Hektare di Buluh Apo Bengkalis


Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:50:42 WIB
Angin Kencang Hambat Pemadaman Karhutla 12 Hektare di Buluh Apo Bengkalis

RIAUIN.COM - Angin kencang dan vegetasi kering menyulitkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 12 hektare di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Hingga Selasa (11/8/2026) malam, titik api di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut belum berhasil dikendalikan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menyampaikan bahwa kondisi di Buluh Apo masih membutuhkan penanganan ekstra akibat cuaca di lokasi.

"Untuk Buluh Apo, kondisi masih belum terkendali. Kendalanya angin kencang, kemudian bahan bakar di lokasi cukup banyak dan kering, sehingga api lebih mudah berkembang," ujar Ferdian Krisnanto, Selasa (11/8/2026) malam.

Dua tim Manggala Agni Daops Dumai telah diterjunkan ke lokasi bersama personel BPBD, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri. Tim gabungan berfokus melokalisasi pergerakan api di atas tanah gambut yang ditumbuhi pakisan, semak belukar, dan tanaman sawit tersebut.

"Kondisi vegetasi yang kering ditambah tiupan angin menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai. Kami bersama tim gabungan fokus bagaimana api bisa segera dilokalisasi dan tidak meluas ke area lainnya," tambah Ferdian Krisnanto.

Sementara itu, penanganan karhutla seluas 10 hektare di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Api di area lahan gambut HPT tersebut sudah berhasil ditenangkan dan memasuki tahap pendinginan.

"Untuk Pematang Pudu, kondisi kebakaran mulai kondusif. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan memastikan api tidak kembali meluas," kata Ferdian Krisnanto.

Meski situasi di Pematang Pudu relatif terkendali, petugas di lapangan tetap melakukan penyiraman intensif. Struktur tanah gambut membuat bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan dan memicu kebakaran susulan jika tidak dipadamkan secara total. Prioritas penanganan saat ini dipusatkan ke titik api aktif di Desa Buluh Apo hingga area tersebut dipastikan aman. (Bil)