Atasi Keresahan Warga Desa Danai Inhil, Tim Gabungan Pasang Perangkap Harimau Sumatera


Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:02:19 WIB
Atasi Keresahan Warga Desa Danai Inhil, Tim Gabungan Pasang Perangkap Harimau Sumatera

RIAUIN.COM - Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat mengatasi kemunculan harimau sumatera di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung. Satu unit kandang perangkap seberat 135 kilogram dikirim langsung dari Tembilahan menuju lokasi penanganan konflik pada Senin (10/8/2026).

Kandang besi berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter tersebut diangkut menggunakan speedboat dengan waktu tempuh perjalanan darat dan laut selama tiga jam.

Kepala DPKP Indragiri Hilir, Junaidy, memvalidasi keberangkatan tim teknis beserta fasilitas evakuasi tersebut guna merespons laporan warga yang kian cemas.

"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat dan dikawal langsung oleh tiga petugas BBKSDA beserta seorang dokter hewan," ujar Junaidy saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), perangkap langsung disiagakan pada titik-titik lintasan yang teridentifikasi. Penanganan konflik ini memprioritaskan keselamatan warga sekaligus kelestarian satwa langka dengan nama latin Panthera tigris sumatrae tersebut.

Humas BBKSDA Riau, Reni, menegaskan bahwa personel di lapangan berupaya memaksimalkan pemantauan jejak dan pergerakan satwa secara berkala.

"Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak," tutur Reni.

Ancaman konflik antara manusia dan satwa liar di Desa Danai dinilai makin memuncak setelah warga kembali menemukan jejak tapak kaki baru yang diduga milik satwa yang dijuluki "Datuk Belang" tersebut.

Kepala Desa Danai, Halim, mengungkapkan ketakutan masyarakat yang berdampak langsung pada kelangsungan aktivitas ekonomi sehari-hari.

"Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran di sekitar pemukiman dan tempat kerja warga, masyarakat masih takut beraktivitas," kata Halim.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sebelum evakuasi berhasil dilakukan, Halim mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi kegiatan di area lintasan satwa liar tersebut. (Bil)