Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Tim Manggala Agni Lanjutkan Pemadaman


Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:11:55 WIB
Karhutla Kerumutan dan Sungai Guntung Hilir Belum Padam, Tim Manggala Agni Lanjutkan Pemadaman

Tim Manggala Agni bekerja memadamkan api di lahan yang terbakar di kawasan Pelalawan sejak. | Foto : ist

RIAUIN.COM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan serta Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, masih berlanjut hingga Senin (10/8/2026). Tim gabungan Manggala Agni Daops Sumatera VII Rengat bersama TNI, Polri, BPBD, perusahaan pemegang konsesi dan unsur terkait masih berjibaku memadamkan titik api yang berada di lahan gambut.

Informasi dari Kepala Balai Manggala Agni Ferdian Krisnanto melalui Kadaops Muhammad Ilham Sidik, di Kelurahan Kerumutan, penanganan karhutla telah memasuki hari ke-12 dengan luas lahan terbakar sekitar 64 hektare. Dari luasan tersebut, tim berhasil melakukan pemadaman sekitar 11,05 hektare, namun api masih ditemukan di bagian bawah, permukaan hingga tajuk serta sejumlah pulau-pulau api.

Dikatakannya, penanganan karhutla mengatakan kondisi lahan gambut dengan bahan bakar yang cukup padat menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman. Selain itu, keterbatasan sumber air, jauhnya jangkauan menuju titik api dan perubahan arah angin turut memperlambat proses pemadaman.

“Tim saat ini fokus pada tahap mopping-up dengan membagi personel menjadi dua kelompok untuk menyisir bara dari arah yang berbeda. Tim juga berpindah dari satu sumber air ke sumber air lainnya agar proses pemadaman lebih efektif,” ujarnya.

Operasi pemadaman di Kerumutan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Personel yang terlibat terdiri dari Manggala Agni Daops Rengat, TNI, Polri, RPK PT Gandaerah Hendana, serta mendapat dukungan helikopter water bombing (WB) dan berbagai peralatan pendukung.

Kondisi serupa terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, yang telah memasuki hari ke-8 penanganan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektare dan masih berpotensi meluas karena proses penghitungan luasan masih dilakukan.

Hingga Senin kemarin, tim berhasil memadamkan sekitar 10,9 hektare lahan, namun kondisi di lapangan masih menunjukkan asap tebal. Kebakaran berada di kawasan tanah gambut dengan vegetasi semak belukar dan sawit yang mencakup kawasan HPK serta lahan masyarakat.

Sebaran api di lokasi tersebut memanjang sekitar 2,25 kilometer dari arah barat ke timur dan sekitar 3 kilometer dari utara ke selatan. Penjalaran api saat ini dominan bergerak ke arah timur dan utara.

“Untuk Sungai Guntung Hilir, tim melakukan pemadaman langsung menggunakan mesin Mark-3 dan Mini Striker sekaligus memotong arah penjalaran api. Di bagian utara, kami juga membuat sekat bakar dan embung untuk memperkuat upaya pengendalian api,” jelasnya.

Di sisi utara, tim telah membangun sekat bakar sepanjang sekitar 700 meter dan tujuh embung sebagai sumber air. Namun, masih terdapat sekitar 1,3 kilometer jalur yang harus diselesaikan untuk memperkuat sekat pengendalian api.

Sementara itu, kepala api di sisi timur belum dapat dijangkau karena belum tersedia akses jalan menuju lokasi. Untuk mengatasi kendala tersebut, dukungan alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan menuju kepala api.

“Pembukaan akses menjadi salah satu prioritas karena kepala api di sisi timur belum bisa dijangkau secara langsung. Dengan terbukanya jalur, personel dan peralatan diharapkan bisa lebih mudah masuk untuk memutus penjalaran api,” katanya.

Operasi di Sungai Guntung Hilir berlangsung pukul 08.00 hingga 16.30 WIB dengan pembagian tim di wilayah utara, barat dan selatan. Fokus kegiatan meliputi pembukaan akses menggunakan alat berat, pemutusan penjalaran kepala api serta pembuatan embung sebagai sumber air untuk mendukung pemadaman.

Penanganan karhutla di lokasi juga mendapat dukungan dua unit helikopter water bombing yang beroperasi pada siang hingga sore hari. Personel yang terlibat meliputi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD-PKP Inhu, BBKSDA Riau, RPK PT Teso Indah, PT MKS dan PT TPP.

Hingga akhir operasi Senin, pemadaman di kedua lokasi belum tuntas. Tim memastikan penanganan dan penyisiran bara akan kembali dilanjutkan pada Selasa (11/8/2026) untuk mencegah api kembali membesar dan meluas. -vie