Atasi Karhutla 15 Ribu Hektare, Pemprov Riau Perpanjang Siaga Darurat Hingga November


Senin, 10 Agustus 2026 - 17:47:07 WIB
Atasi Karhutla 15 Ribu Hektare, Pemprov Riau Perpanjang Siaga Darurat Hingga November

RIAUIN.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah melahap area seluas 15.608,37 hektare sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026. Dari total tersebut, Kabupaten Bengkalis mencatatkan kerusakan terluas mencapai 8.272,90 hektare.

Angka tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla yang digelar secara daring dari Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut menghubungkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memerinci, selain Bengkalis, area terdampak cukup luas berada di Kabupaten Pelalawan seluas 4.629,39 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir seluas 854,26 hektare. Sementara itu, Kota Dumai mencatatkan 553,01 hektare lahan terbakar, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, serta Indragiri Hulu 123,62 hektare.

Adapun wilayah lainnya mencatatkan luas kebakaran di bawah 100 hektare, yakni Kampar seluas 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Pekanbaru 47,29 hektare, dan Rokan Hulu 29,16 hektare.

“Berdasarkan pemantauan per hari ini, petugas menemukan sebanyak 106 titik panas (hotspot) dan 7 titik api (firespot) yang tersebar di wilayah Riau,” kata SF Hariyanto.

Guna mengantisipasi eskalasi yang lebih besar, Pemprov Riau bersama 11 kabupaten/kota telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla. Penetapan status siaga tingkat provinsi tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026 yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Meski cakupan lahan terbakar terbilang luas, SF Hariyanto meyakinkan bahwa penanganan di lapangan masih terkendali dengan keterlibatan belasan ribu personel gabungan.

“Penanganan karhutla di Provinsi Riau berjalan dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Personel potensi penanggulangan yang kami siagakan mencapai 17.764 orang,” tegas SF Hariyanto.

Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api. Selain mengerahkan personel, Pemprov Riau menambah alat berat untuk pembersihan kanal dan pembuatan embung air, serta menggiatkan patroli rutin, edukasi pembukaan lahan tanpa bakar, dan koordinasi dengan sektor swasta.

“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya pencegahan serta pemadaman karhutla, baik melalui jalur darat maupun udara,” ujarnya. (Bil)